Kasatpol PP Kabupaten Blitar Pimpin Operasi Yustisi & Prokes

Kasatpol PP Kabupaten Blitar Pimpin Operasi Yustisi & Prokes

23/10/2020 14:20 0 By Maman

Operasi Yustisi digelar di wilayah barat kabupaten Blitar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Operasi yustisi dan protokol kesehatan dipimpin Kasatpol PP Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyobudi diwilayah barat Kabupaten Blitar. 100 personil diturunkan dalam operasi ini, sekaligus penindakan dengan mengikuti sidang ditempat.

Setelah Kamis malam operasi serupa digelar diwilayah timur, Jum’at (23/10/2020), operasi digelar di jalan protokol depan kantor Camat Srengat Kabupaten Blitar. Aparat gabungan diturunkan seperti, Polres Blitar, SatPol PP, Kodim, BakesbangPol, DLLAJ, Koramil dan Dinkes.

Puluhan warga kedapatan melanggar prokes, kebanyakan para pengguna jalan yang mengendarai mobil atau sepeda motor dan tidak menggunakan masker. Mereka yang melanggar, langsung mengikuti sidang dengan Hakim dari PN Blitar dan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Blitar.

Rustin mengatakan, warga Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang tidak patuh protokol kesehatan, serta terjaring operasi yustisi dikenakan sanksi denda atau kurungan penjara 1 hari, juga sanksi sosial yang lain seperti membaca teks Pancasila.

Operasi kata Rustin, dibagi dua tim yaitu tim pasif di depan kantor Camat Srengat dan tim mobile keliling disekitar wilayah Kecamatan Srengat karena berbatasan langsung dengan 2 kabupaten yaitu Tulungagung dan Kediri.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam penanganan pandemi covid-19, saat ini harus berperan aktif dalam kegiatan hari ini,” kata Rustin.

Adapun dasar penindakan berupa sanksi denda atau kurungan penjara 1 hari ini, berdasarkan Perda Provinsi Jatim No 2 Tahun 2020 Jo Perda Provinsi No 1 Tahun 2019, Pergub No 53 Tahun 2020 dan Perbup No 40 Tahun 2020.

“Sanksi denda yang dijatuhkan kepada pelanggar minimal Rp10.000 dan maksimal Rp20.000, tergantung kesalahan pelanggar, kalau membawa masker tapi tidak dipakai, didenda Rp10.000, sedangkan yang tidak membawa masker Rp20.000,” ungkap Rustin.

Sementara itu, Kasi Penyuluhan Satpol-PP Hari Supriyadi juga mengatakan, jumlah pelanggaran pada operasi tersebut, sedikit. Berbeda kata dia, di wilayah timur yang lebih banyak pelanggaran. Hari berharap, sering diadakan operasi ini, masyarakat semakin sadar dalam melaksanakan prokes dan hidup bersih serta sehat. (Anang/Kmf/Adv)