Kasus Dugaan Mahar Politik di Kabupaten Gorontalo, Ditutup

Kasus Dugaan Mahar Politik di Kabupaten Gorontalo, Ditutup

14/09/2020 21:26 0 By admin

Bawaslu Kabupaten Gorontalo

Bawaslu Kabupaten Gorontalo

Hulondalo.id – Sempat menghebohkan beberapa saat, kasus dugaan mahar politik yang diadukan Risno Yusup ke Bawaslu Kabupaten Gorontalo akhirnya ditutup. Bawaslu berdalih, laporan itu tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili menjelaskan, dalam aduannya Risno Yusup melaporkan tiga orang politisi, masing masing Hamid Kuna, Jayadi Ibrahim dan Tomi Ishak.

Sesuai aduan dan penelitian, maka pasal yang dipersangkakan adalh pasal 187 B jo pasal 47 ayat 1 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 yang menyatakan anggota partai politik/anggota gabungan partai politik yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima imbalan dalam bentuk apapun dalam proses pencalonan gubernur dan wakil Gubemur, Bupati dan Wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota.

Hanya saja kata Wahyudin, saat semua saksi diperiksa termasuk 3 orang terlapor, ternyata si pelopor Risno Yusup belum memberikan apapun kepada para terlapor yang notabene adalah petinggi di partai politik.

“Jika terjadinya penerimaan imbalan secara nyata oleh para terlapor Hamid Kuna, Jayadi Ibrahim, Tomi Ishak maka terhadap bentuk perbuatan memberi yang juga dilarang dalam ketentuan pasal 47 ayat 4 tidak terjadi pula, oleh karenanya terhadap perbuatan dan/atau Tindakan dari pelapor saudara Risno Yusup tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, ” terang Wahyudin .

Dengan kata lain, tidak ditemukan Peristiwa hukum Pemberian Imbalan secara nyata dalam bentuk apapun pada proses pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo yang diusung 3 Partai Politik. Kasus inipun dihentikan. (opin)