Kasus Dugaan Malpraktek Sunatan Massal di Gorut Ditangani Komnas HAM

Kasus Dugaan Malpraktek Sunatan Massal di Gorut Ditangani Komnas HAM

19/10/2020 20:33 0 By Alex

Malpraktek Komnas HAM

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim ketika menerima penjelasan dari Wakil Ketua Internal Komnas HAM RI, Munafrizal Manan atas rencana mediasi pengaduan malpraktek seorang warga Gorontalo Utara, Senin (19/10/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Masih ingat kasus dugaan malpraktek sunatan massal yang menghebohkan warga di Kabupaten Gorontalo Utara, beberapa tahun lalu? Ya, kini Komnas HAM akan menindaklanjuti laporan tersebut setelah diadukan pihak orang tua korban pada 16 Oktober 2019 silam.

Hal itu terungkap saat pertemuan Wakil Ketua Internal Komnas HAM, Munafrizal Manan saat berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Senin (19/10/2020).

“Kami datang ke Gorontalo dalam rangka menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh seorang warga di Gorontalo Utara. Pertemuan dengan pak Wakil Gubernur untuk mengkomunikasikan rencana jadwal mediasi,” ujar Munafrizal.

Komnas HAM akan menggelar pertemuan sebagai upaya penyelesaian melalui mekanisme mediasi HAM atas sengketa Hak Atas Kesehatan dengan menempuh jalur mediasi di mana akan menghadirkan pihak pengadu dan pihak yang teradu yaitu Pemkab Gorontalo Utara.

“Mediasi akan kita laksanakan hari Rabu (lusa). Pemprov Gorontalo selaku pihak terkait yang ikut memberi atensi untuk mendukung mencari penyelesaian serta Komnas HAM selaku mediatornya,” terang dia.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Idris Rahim pun berharap dengan mediasi dari Komnas HAM RI persoalan yang diadukan warga Gorontalo Utara itu bisa memperoleh solusi dan titik temu yang terbaik.

“Semoga ada solusi terbaik,” ucap Idris yang didampingi oleh Plt Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda Nalole dan unsur BPJS Kesehatan cabang Gorontalo.

Sebelumnya, pada 2013 terjadi dugaan malpraktek pada kegiatan sunatan massal yang diprakarsai Pemkab Gorontalo Utara. Saat itu, salah seorang bocah peserta sunatan massal mengalami kerusakan alat kelamin. Kejadian itu pun sempat berpolemik bahwa siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas malpraktek itu, apakah tim kesehatan ataukah penyelenggara kegiatan.(adv/alex)