Kasus Gantung Diri di Halmahera Utara Bertambah Lagi

Kasus Gantung Diri di Halmahera Utara Bertambah Lagi

25/11/2020 22:00 0 By Maman

Korban Gantung Diri Halut

RM (57), korban gantung diri setelah dievakuasi. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Kasus gantung diri yang ditangani Polres Halmahera Utara terus bertambah. Rabu (25/11/2020), salah seorang warga Desa WKO Kecamatan Tobelo Tengah, RM (57) diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sekitar pukul 07.00 WIT.

Kasubag Humas Polres Halut, Iptu Mansur Basing mengatakan, laporan dugaan kasus gantung diri ini diterima pukul 08.30 WIT. Piket polsek Tobelo bersama piket Reskrim Polres dan anggota identifikasi, mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP.

Keterangan dari sejumlah saksi kata Mansur, juga sudah dikantongi. Antara lain, saksi Yohanes Matameng yang juga suami korban. Sebelumnya kata Mansur, Sabtu tanggal 21 November 2020, sekitar pukul 18.00 WIT, saat saksi tiba di rumah, korban marah-marah mengenai ayam hewan piaran korban yang hilang.

Yohanes kata Mansur, juga menyampaikan bahwa masalah tersebut diselesaikan. Rabu, 25 November 2020, sekitar pukul 01.00 WIT dini hari kata Mansur, korban meminta ijin ke Desa Kali Pitu untuk mengambil bambu. Saat itu, saksi menawarkan untuk mengantar, tapi korban tidak mau.

“Korban berpesan ke saksi, jika korban tidak ada lagi, jangan ditangisi, karena akan pergi jauh, pagi sekitar pukul 08.00 WIT, saksi menuju desa Kaliputu, setelah tiba di rumah kebun, saksi melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri,” kata Mansur.

Ada juga saksi lainnya kata Mansur, bernama Rita. Saat datang di TKP, saksi Rita melihat tali sudah dalam keadaan tergantung. Saksi keluar rumah dan memanggil orang-orang disekitar TKP untuk mengevakuasi korban.

Saksi juga menuturkan, sempat ada pertengkaran antara korban dengan adiknya. Pertengkaran itu dimediasi warga lainnya. Bahkan, korban sudah menyampaikan permohonan maaf melalui aplikasi pesan.

“Keluarga korban melalui suaminya, sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum,” tutur Mansur.

Berdasarkan catatan yang ada di Polres Halut, selang bulan Januari hingga 25 November 2020, peristiwa gantung diri yang dilaporakan di wilayah Hukum Polres Halut, sebanyak 12 kasus. (AT)