Kawasan Bisnis Kota Baru akan Hadir di Kota Gorontalo

Kawasan Bisnis Kota Baru akan Hadir di Kota Gorontalo

29/01/2020 14:39 0 By Jeffry

Mix Used Gorontalo atau Kawasan Kota Baru yang akan segera hadir di Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Geliat dunia bisnis di Kota Gorontalo kian dilirik para investor. Kabar terbaru pusat investasi dan bisnis mix used Gorontalo bakal di bangun di Kota Gorontalo. Pembangunan yang disebut Kawasan Bisnis Kota Baru itu, selain menyajikan Mall, di dalamnya juga akan tersedia wahana publik seperti waterpark dan dilengkapi akomodasi hotel berbintang.

“Pengerjaan pembangunan pusat investasi dan bisnis ini, dilakukan oleh PT. Metropolitan Arnamita Harmoni, dan lokasinya di Jalan Arif Rahman Hakim, tepatnya di belakang UNG Kelurahan Dulalowo Timur Kecamatan Kota tengah,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Gorontalo Muhammad Kasim usai menghadiri pemaparan oleh pihak investor Senin, (27/1) di kantor Walikota Gorontalo.

Pengembangan kawasan ekonomi baru ini, kata Muhamad Kasim adalah wujud dari eksistensi Kota Gorontalo yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Salah satunya membuka ruang investasi yang luas bagi investor. Untuk itu kawasan yang paling menjanjikan untuk dikembangkan adalah wilayah Kecamatan Sipatana, Kota Utara dan Kecamatan Kota Tengah (Siputeng) sebagai pusat perkantoran, pemerintahan dan ekonomi baru.

“Nah, tentunya intervensi Pemerintah Kota Gorontalo sangat perlu untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi di daerah. RPJMD Kota Gorontalo 2019-2024 telah menetapkan pembangunan infrastruktur dan membuka kawasan ekonomi baru, pemerintah tidak ingin lagi hanya bertumpu pada satu kawasan tertentu. Kebetulan wilayah siputeng memiliki prospek untuk itu” jelas Muhammad Kasim

Selain menjadi kebanggaan daerah, kehadiran pusat bisnis dan investasi ini akan memberikan multiplayer effect bagi masyarakat Kota Gorontalo dan Provinsi Gorontalo secara luas. baik dari segi penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan usaha pelaku UMKM.

“Kita memprasyarakatkan kepada pihak investor memprioritaskan warga lokal, sebagai tenaga kerjanya. Mulai dari proses konstruksi bangunannya hingga kawasan central bisnis itu dioperasikan. ” ungkap Muhammad Kasim.

Dari hasil pemaparan pihak investor, legalitas dokumen kepemilikan lahan telah dikantongi. Selanjutnya pihak perusahaan akan mengikuti proses pengkajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan analisis dampak mengenai lalu lintas (Amdalalin). Apabila tahapan ini telah memenuhi syarat akan dilanjutkan pada pembuatan ijin bangunan.

“Pendaftaran melalui OSS dan NIB (nomor induk berusaha) sudah diperoleh. Tinggal menunggu pengkajian Amdal dan Amdallin. Setelah itu, masuk pada proses pembuatan IMB. Kalau sudah selesai, barulah pengerjaan bangunan atau konstruksinya bisa dijalankan, yang ditargetkan pada akhir 2021 sudah bisa beroperasi. Pemerintah kota akan memfasilitasi itu semua, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden agar memberikan kemudahan investasi dan menyederhanakan proses perizinan ” tutup Muhammad Kasim.(Jeff/Adv).