Kayu Bajakah, Obat Kanker atau Bukan? Ini Kata BPOM

19/09/2019 10:53 0 By admin

Deputi Bidang pengawasan obat tradisional suplemen kesehatan dan kosmetik Badan POM RI, Maya Gustina Andarini, Apt.MSc didampingi Kepala BPOM Gorontalo Yudi Noviandi, Kamis (19/9/2019). (Foto: andy)

Hulondalo.id – Belum lama ini heboh pemberitaan hasil penelitian siswa SMA di Palangkaraya, Kalimantan Timur, tentang khasiat kayu Bajakah yang diklaim bisa menyembuhkan kanker.

Fenomena itu diikuti dengan penjualan kayu Bajakah secara online. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun mengingatkan masyarakat jangan buru buru ambil kesimpulan. Itu disampaikan pada kegiatan BPOM Gorontalo, “Penguatan Tindak Lanjut Pengawasan Iklan pada Media Penyiaran Lokal”, Kamis (19/9/2019).

“untuk bisa memastikan itu (Bajakah) bisa menyembuhkan kanker, itu masih butuh tahapan lanjutan, untuk identifikasi tanamannya dulu. karena bajakah yang mana itu juga belum jelas. Bajakah itu ada 200 an species,” ungkap Deputi Bidang pengawasan obat tradisional suplemen kesehatan dan kosmetik Badan POM RI, Maya Gustina Andarini, Apt.MSc.

Diceritakannya juga, bajakah sendiri sempat diteliti oleh Universitas Palangkaraya, spesimennya dalam bentuk serbuk. Itu diserbuk dari bajakah jenis mana, penelitinya tidak tahu.

Nah, sesuai prosedur usai mengidentifikasi jenis bajakah yang digunakan, maka harus ada uji pra klinik yang biasanya diujicoba ke hewan untuk mengetahui keamanannya. Setelah itu diuji klinis ke manusia. Nanti setelahnya baru bisa disimpulkan, bajakah bisa obat kanker atau tidak.

“jadi tidak semudah itu, walaupun insiasi itu tidak apa apa. jangan sampai ada seorang penderita kanker, membaca berita tentang bajakah mau dioperasi batal. ditunda operasinya karena mau cari bajakah dulu, nah itu disayangkan,” ungkapnya lagi.

Maya mengingatkan ke masyarakat, apapun yang akan diasup oleh penderita kanker, harus sepengetahuan dokter, tidak bisa diputuskan sendiri. Sapa tau kankernya sudah stadium tinggi dan perlu ada tindakan medis.

Maya juga menyentiil soal pemberitaan berlebihan soal obat tradisional. Bahkan, ada beberapa iklan obat tradisional di media elektronik yang mengklaim obat itu bisa menyembuhkan segala penyakit. Itu bisa menyesatkan masyarakat. (rinto/hl)

loading...