Kebakaran Lapas Tangerang, Pengelola Lapas Kelas IIA Gorontalo Simulasi Penanganan Bencana

Kebakaran Lapas Tangerang, Pengelola Lapas Kelas IIA Gorontalo Simulasi Penanganan Bencana

18/09/2021 22:19 0 By Maman

Simulasi Lapas Kelas IIA Gorontalo (3)

Simulasi penanganan peristiwa kebakaran dan gempa bumi dilakukan Pengelola Lapas Kelas IIA Gorontalo bersama para warga binaan. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Simulasi dilakukan pengelola Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo, setelah beberapa waktu lalu dikejutkan dengan kebakaran di Lapas Tangerang. Sabtu (18//2021), ditengah terik matahari dan tiupan angin, sorotan mata tertuju ke halaman depan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo yang dilahap si jago merah.

Beberapa petugas Lapas dan Unit Damkar Kota Gorontalo berhamburan serta bergegas memadamkan sumber titik api. Tak butuh waktu lama sumber api pun dapat dipadamkan. Dibagian dalam Lapas beberapa warga binaan dipandu petugas dievakuasi dari blok huniannya dibawa melalui jalur evakuasi yang telah disediakan.

Semuanya berkumpul dititik evakuasi yang telah ditentukan, tepatnya diareal lapangan bola voli dalam lapas. Hiruk pikuk kobaran api di halaman depan Lapas Gorontalo tersebut, bagian dari rangkaian simulasi penanganan dini bencana kebakaran dan gempa bumi, digagas oleh pengelola Lapas Gorontalo kerjasama dengan Damkar Kota Gorontalo.

Simulasi dilakukan agar, seluruh petugas Lapas dapat memahami cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan metode evakuasi terhadap warga binaan khususnya, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja agar aman, kondusif, sehat, dan efisien.

Koordinator Lapangan Damkar Kota Gorontalo, Moh. Lutfie A. Latif hadir dan memberikan materi serta praktek dalam simulasi terkait penanggulangan kebakaran dan gempa ini.

Lutfie menuturkan bahwa, sesuai pantauannya bangunan Lapas Gorontalo memiliki karakteristik yang berbeda dengan bangunan pada umumnya. Lapas kata dia, dihuni warga binaan yang sedang menjalani masa hukumannya. Olehnya, jika alat pemadam kebakaran tidak waspada dalam penggunaannya, maka akan berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan.

“Penggunaanya harus benar–benar diawasi ketat untuk menjaga hal yang tak diinginkan, yang terpenting warga binaan harus mendengarkan seluruh instruksi dari petugas ketika terjadi bencana, termasuk proses evakuasi sesuai jalur evakuasi yang telah di tentukan, ” tuturnya.

“Metode simulasi kebakaran yang diberikan dan dipraktekkan kali ini adalah metode tradisional seperti menggunakan karung basah, maupun metode modern dengan menggunakan peralatan apar yang tersedia,” sambungnya.

Simulasi ini juga dihadiri dan disaksikan langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Gorontalo, Bagus Kurniawan dan juga di dampingi langsung oleh Kalapas Gorontalo, Ignatius Gunaidi.

Ignatius mengapresiasi giat tanggap darurat melalui kegiatan simulasi mitigasi bencana ini.

“Semoga kita semua dijauhkan dari musibah dan tetap waspada serta tanggap akan kemungkinan hal yang terjadi, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Gorontalo,” kata Ignatius.

Untuk meminimalisir resiko terhadap terjadinya bencana, telah diupayakan oleh Lapas seperti, penyediaan 6 unit APAR dan prasarana pendukung lainnya.

“Meski masih dirasa minim, namun setidaknya upaya peningkatan tetap terus dilakukan, termasuk kami akan memproyeksikan mengupayakan penyediaan hydrant di lapas, atau membuat bak penampungan air dan mengupayakan sumber air lainnya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di dalam lapas,” ujarnya.

Llanjut Ignatius menambahkan bahwa, terkait instalasi listrik, telah bekerjasama dengan PT. Kounsil untuk melakukan pengecekan dan penilaian instalasi jaringan kelistrikan di Lapas. (Inkri)