Kebutuhan Air Bersih Warga Blitar Selatan, Prioritas di APBD 2021

Kebutuhan Air Bersih Warga Blitar Selatan, Prioritas di APBD 2021

07/10/2020 21:20 0 By Maman

RDP digelar Komisi III DPRD Kabupaten Blitar terkait keluah warga Blitar Selatan yang dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto yang dihadiri juga Bappeda Kabupaten Blitar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Kebutuhan air bersih untuk warga Blitar Selatan, menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Kabupaten Blitar tahun 2021. Prioritas ini kata Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto, wujud komitmen untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, agar forum ini ada hasilnya, kami komitmen bersama Bappeda Kabupaten Blitar, proses pembahasan Rancangan APBD 2021, kebutuhan air bersih di wilayah Blitar Selatan menjadi prioritas utama,” kata Panoto, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) menindak lanjuti keluhan Kumpulan Rakyat Blitar Selatan (KRBS), Rabu (7/10/2020).

Sebelumnya, dalam rapat yang digelar di ruang Banggar Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Koordinator KRBS, Mohamad Sutarto menyampaikan beberapa keluhan. Diantaranya, tingginya biaya pendidikan, karena jarak tempuh warga dengan fasilitas pendidikan SLTA Negeri jauh. Dibidang kesehatan, selama ini kata dia, warga sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Tak hanya itu, kebutuhan air bersih disetiap tahun menjadi persoalan, terlebih musim kemarau datang.

Terkait keluhan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Blitar, Ir. Suwandito mengatakan, ini menjadi masukan sebagai isu strategis dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Keluhan akan minimnya fasilitas kesehatan, Suwandito menjelaskan, sesuai dengan Permenkes, bahwa puskesmas tidak boleh untuk rawat inap.

“Ini menjadi catatan kami untuk memfasilitasi kecamatan yang jauh dari fasilitas untuk rawat inap, kita berharap, kedepan minimal ada satu fasilitas kesehatan dari pemerintah, selain itu jika ada fasilitas kesehatan swasta, kita akan memberikan kemudahan pelayanan perijinannya,” kata Suwandito.

Sementara itu, terkait pemenuhan kebutuhan air bersih di Kecamatan Blitar Selatan, Pemkab Blitar kata dia, sudah berupaya dengan membangun jaringan air bersih dan sumur bor di 7 kecamatan. Namun kata Suwandito, ada masalah teknis yang dihadapi terhadap sumber air. Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi lokal, Suwandito menambahkan, selama ini memanfaatkan DID. Anggaran tersebut untuk petani muda di Wates, berupa bantuan greenhouse untuk pengembangan melon.

Tahun 2020 kata dia, ada enam unit greenhouse untuk Kecamatan Wates dan Binangun. Untuk bidang Pertanian bawang merah di empat kecamatan, Blitar Selatan bisa menghasilkan bawang merah. Sektor peternakan, pemerintah berusaha mencari dana. Perusahaan pakan ternak, berupa bantuan pembangunan kandang close house di Kademangan dan Bakung,” tutup Suwandito. (Anang/Adv)