Kelola 34% APBD Senilai Rp 600 Milar, Dikbudpora Bekerja Jangan Neko-neko

Kelola 34% APBD Senilai Rp 600 Milar, Dikbudpora Bekerja Jangan Neko-neko

26/01/2021 14:27 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Dikbudpora

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat pembinaan aparatur di lingkungan Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Selasa (26/1/2021). (F. Salman/Kominfo)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mewanti-wanti aparatur di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo agar bekerja tulus ikhlas, terutama dalam mengelola anggarannya.

Pasalnya, Dikbudpora Provinsi Gorontalo yang dipimpin Wahyudin Katili itu akan mengelola anggaran sebesar Rp 600 Miliar atau sekitar 34% dari total APBD Provinsi Gorontalo.

“Dengan anggaran Rp 600 miliar jangan KKN, bekerja sesuai prosedur yang ada. Bekerja jangan neko-neko,” pesan Gubernur Rusli Habibie saat pembinaan di lingkungan Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Selasa (26/1/2021).

“Pendidikan ini, ada pengadaan langsung dan lelang. Pak Wahyu lama di P2E dan ULP sehingga tolong benahi programnya termasuk pengadaannya,” lanjut Rusli.

Rusli juga mengingatkan kepada kepala sekolah SMA/SMK/SLB untuk memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai peruntukkan dengan memperhatikan administrasi pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

Dia tidak akan segan memberhentikan kepala sekolah jika dinilai tidak mampu bekerja maksimal. Bahkan, setiap hasil temuan pengelolaan keuangan oleh inspektorat diminta Rusli agar disertai rekomendasi pemberhentian kepala sekolah untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada temuan, perintah saya, rekomendasi ke dinas agar kepseknya diganti. Apalagi kalau temuannya sudah berulang-ulang. Kita ganti dengan yang lain agar ada efek jera. Masih banyak yang bisa kerja,” tegas dia.

Terakhir, Rusli meminta agar Dikbudpora membuat perjanjian kerja sama dengan Polda Gorontalo dan Korem 133/Nani Wartabone untuk sosialisasi penerima Polri dan TNI.

Harapannya, semakin banyak putra daerah yang ikut dan terterima di Sekolah Polisi Negara (SPN) Gorontalo dan TNI.(adv/alex)