Kembangkan PPL, Dinas Pangan Bangun Rumah Pembibitan di Lapas Gorontalo

Kembangkan PPL, Dinas Pangan Bangun Rumah Pembibitan di Lapas Gorontalo

05/08/2020 11:45 0 By Alex

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno bersama Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo dalam program PPL.

Hulondalo.id – Dinas Pangan Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Gorontalo mengembangkan program pengembangan Pangan Pekarangan Lestari (PPL).

Kerja sama ini dimulai dengan penyerahan rumah pembibitan yang dibangun di Lapas Gorontalo oleh Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Selasa (4/8/2020).

Penyerahan ini juga disertai dengan pemberian bantuan bibit hortikultura seperti benih cabe, sawi, kangkung serta perlengkapan berkebun.

“Tidak hanya itu, kami juga melakukan pendampingan, pelatihan tata cara mengelola program ini,” kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno.

Pengelola program ini adalah warga binaan diharapkan setelah kembali ke masyarakat mereka dapat mengembangkan keterampilan khusus pertanian, terutama budi daya aneka sayur ini.

Rata-rata mereka masih memiliki lahan pertanian yang dapat ditanami berbagai tanaman yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kerja sama ini tidak semata-mata memberi keterampilan namun juga secara nyata meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujar Sutrisno.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Ignatius Gunaidi mengucapkan terima kasih atas bantuan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melalui program PPL ini.

“Bantuan ini terkait dalam program asimilasi kemandirian warga binaan khususnya pertanian, sebelumnya Dinas Pangan juga telah memberikan bantuan bibit cabai yang telah dikembangkan di dalam tembok Lapas,” kata Ignatius.

Ignatius menjelaskan, dukungan lahan yang tersedia di Lapas seluas 6.000 meter persegi yang berada di luar tembok untuk kegiatan PPL ini.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menetapkan salah satu target kerjanya adalah pelatihan kemandirian warga binaan dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dia berharap dengan kerja sama ini warga binaan mempunyai keterampilan sekembalinya ke keluarga, keterampilan ini menjadi modal untuk bekerja, sehingga tidak kesulitan mencari pekerjaan.

“Di tengah masyarakat warga binaan bisa menciptakan pekerjaan sendiri, yang memiliki lahan akan mengolah lahannya, yang tidak memiliki lahan bisa bekerja sama dengan orang lain, keterampilan pertanian bisa dipakai,” tandasnya.(adv/alex)