Kemenkes Monitoring Penerapan Prokes di Berbagai Tempat Kerja di Gorontalo, Ini Hasilnya

Kemenkes Monitoring Penerapan Prokes di Berbagai Tempat Kerja di Gorontalo, Ini Hasilnya

04/06/2021 16:22 0 By Alex

Protokol Kesehatan

Penyampaian hasil monitoring penerapan protokol kesehatan di Provinsi Gorontalo oleh tim monitoring dari Kemenkes RI, Jumat (4/6/2021).

Hulondalo.id – Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian kesehatan (Kemenkes) RI memonitoring dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di berbagai tatanan tempat kerja di Provinsi Gorontalo.

Adminkes Ahli Muda, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kemenkes RI, dr. Inne Nutfiliana mengatakan, dengan kondisi pandemi Covid-19 tentunya seorang pekerja harus beraktivitas di tempat kerja yang beresiko yang cukup besar tertularnya Covid-19.

“Kami dari kementerian kesehatan mengevaluasi dan memonitoring di 34 Provinsi salah satunya di Gorontalo. Nah, kami melakukan di 3 kelompok tatanan tempat kerja yakni fasyankes berupa puskesmas, laboratorium, maupun rumah sakit, kemudian di sektor industri adalah perusahaan dan UMKM serta tempat fasilitas umum seperti hotel, pasar, bandara,” kata Inne, Jumat (4/6/2021).

Dalam aktivitas ini pihaknya turut memotret bagaimana penerapan protokol kesehatan di Indonesia dan salah satunya di Gorontalo. Kata Inne, yang ditunjuk adalah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Berdasarkan pengamatan sepintas, sebagai institusi di Gorontalo sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut. Sayangnya, dari sisi masyarakatnya yang masih perlu ditingkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk perubahan perilaku, kata Inne Nutfiliana, perlu ditingkatkan lagi mulai dari pemahaman masyarakat, pengawasan dan penerapan sanksi. Alasannya, agar perilaku masyarakat ini bisa menjadi terbiasa untuk baik menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami bekerjasama dengan 3 organisasi profesi perhimpunan ahli kesehatan kerja Indonesia (PAKKI), persatuan dokter spesialis okupasi (PERDOKI), dan ikatan dokter kesehatan kerja Indonesia. Jadi memang kami dari Kementerian kesehatan melakukan validasi data apa yang kami dari 3 OP tersebut melakukan penilaian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman menyampaikan, hal ini memberikan evaluasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo apa saja yang sudah berjalan, ditingkatkan atau dioptimalkan nanti untuk dievaluasi ke depannya.

“Secara umum, tenaga kesehatan ini ketika bekerja secara khusus dalam rangka pengendalian Covid-19. Nantinya Tim dari Kementerian kesehatan RI ini memberikan hasil yang sudah di monitoring di Provinsi Gorontalo,” kata Yana.

Terpisah, Ketua PAKKI, DR. Robiana Modjo, SKM, M.Kes menjelaskan, pihaknya ditugaskan untuk sejauh mana implementasi perlindungan bagi tenaga kesehatan dalam penularan Covid-19 dikarenakan ratusan tenaga kesehatan meninggal dunia disebabkan Covid-19.

Di sisi lain, kata Dosen Universitas Indonesia ini, tenaga kesehatan seharusnya menjadi garda terakhir dari penanggulangan covid-19. Tapi, masyarakat berdatangan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Jadi, bagaimana upaya-upaya perlindungan yang sudah dikeluarkan peraturan Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di adaptasi dari WHO.

“Implementasi tersebut yang menjadi tujuan kami di Puskesmas, rumah sakit, serta laboratorium kesehatan. Gorontalo ini menjadi salah satu target dalam mengevaluasi serta memonitoring,” kata Robiana.

“Ini akan kita masukan kepada pak Menteri menjadi evaluasi untuk dimasukkan kepada Presiden Joko Widodo, sejauh mana upaya perlindungan dari tenaga kesehatan,” sambungnya.(Inkri/Adv)