Kemenkominfo Kaji Permintaan Blokir PUBG, Mobile Legends, Free Fire Cs

Kemenkominfo Kaji Permintaan Blokir PUBG, Mobile Legends, Free Fire Cs

28/06/2021 08:34 0 By Alex

blokir pubg, free fire, mobile legends

ilustrasi game free fire./Istimewa

Hulondalo.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merespon permintaan Bupati Mukomuko, Sapuan, memblokir game online, seperti PUBG, Mobile Legends hingga Free Fire.

Kemenkominfo akan mengkaji permintaan pemblokiran game online yang paling sering diakses oleh anak-anak usia sekolah tersebut.

“Kementerian Kominfo pada prinsipnya akan memproses dan mempertimbangkan semua permohonan pemblokiran yang kami terima sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata juru bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi, dikutip dari Antara.

Dikatakan Dedy, permohonan blokir konten perlu mengacu pada regulasi yang berlaku, karena jika disetujui, blokir konten akan berlaku secara Nasional.

Pemblokiran platform digital dan sistem elektronik, termasuk untuk situs dan aplikasi game online, diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatikan Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelnggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang diubah melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2021.

Sesuai aturan tersebut, Kominfo berwenang untuk memblokir game online jika menayangkan atau mengandung muatan yang dilarang peraturan yang berlaku di Indonesia.

Dalam aturan tersebut, permohonan harus dilakukan oleh pihak yang berkepentingan melalui kanal pengaduan yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya Bupati Mukomuko Provinsi Bengkulu, Sapuan, mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk memblokir game online di wilayah kabupaten tersebut.

Game online yang diadukan termasuk PUBG, Mobile Legends, Free Fire dan Higgs Domino, yang dimainkan di komputer maupun ponsel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko, Bustari Maller mengatakan, game online disebut memberi dampak negatif dari sisi kesehatan, perkembangan anak dan pendidikan.

“Game online juga akan berdampak pada psikologis anak, yaitu menjadi individual dan egois. Untuk itu, masalah game online tidak bisa hanya mengandalkan peran orang tua, tetapi perlu perhatian juga dari pemerintah,” katanya.(Antara/alex)