Kenalin nih.. Mobil Rakitan ‘Made In Bongomeme’

09/09/2019 17:56 0 By Alex

Gokart/mobil rakitan yang dibuat oleh Salman Koni (45) warga Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.(f.istimewa)

Hulondalo.id – Lupakan dulu soal mobil Esemka yang diresmikan Presiden Joko Widodo, baru-baru ini. Atau berita soal Bupati Bone Bolango yang ingin membeli mobil rakitan mahasiswa ITNY, akhir Agustus 2019 lalu.

Seorang warga di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo membuat mobil rakitan sendiri. Meski belum sempurna dan secanggih seperti mobil kenamaan, namun mobil rakitan buatan Salman Koni (45) sukses menyedot perhatian warga sekitar.

“Sebenarnya, materialnya hanya dari besi tua. Saya itu cuma coba-coba,” kata Salman Koni ketika berbincang dengan Hulondalo.id.

Ide membuat mobil rakitan itu pun tidak datang dengan sendirinya. Niat Salman sejatinya hanya ingin membantu Fatma Pakaya, isterinya berjualan barang harian di pasar tradisional setempat.

Awalnya, karena biasanya kehabisan stok barang, Salman berfikir harus punya satu moda transportasi pendukung nan sederhana yang bisa memasok barang ke tempat isterinya berjualan tadi.

“Saya terinspirasi dari gokart. Dan memang kerangkanya dibuat begitu. Mesinnya saya ambil dari tempat besi tua. Saya dapat mesin bekas motor Honda Fit S, kemudian pelan-pelan saya rakit,” ujar pria yang akrab disapa Kak Ulu itu.

Gokart impian Salman pun mulai dirakit sejak Januari 2019 lalu. Beberapa bulan kemudian pun jadi setelah beragam uji coba. Gagal, gagal dan gagal rupanya menjadi vitamin bagi pria paruh baya yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang jahit itu.

Setelah uji coba sukses, gokart miliknya pun bisa mengaspal di jalan desa. Bahkan, langsung dimanfaatkan sebagaimana tujuan awalnya. Bukan untuk gagah-gagahan.

gokart milik Salman Koni yang belum di bungkus bodi.

“Jadi saya bisa bawa barang bawaan sekitar 30-40 bak telur. Kadang juga minyak goreng, sampai 5 galon,” ucap Salman.

Meski gokart miliknya sudah bisa jalan dan mengangkut barang bawaan, Salman terus memperbaharuinya agar kinerjanya bisa lebih baik lagi. Beberapa komponen pendukung pun disematkan.

“Saya juga beli gearbox secara online. Harganya Rp 950 Ribuan sudah sekalian dengan ongkos kirim. Setelah dirakit lagi, gokartnya sudah bisa di atret (jalan mundur),” kata Salman.

Tapi ketika masuk musim hujan, barang bawaannya pasti basah, termasuk dia sendiri. Bahkan, kadang tidak bisa jalan ketika sedang turun hujan.

Salman pun putar otak. Di situlah pria yang hanya lulusan SMP ini terpikir membuat atap sekalian bodi. Saat itu, terlintas bodi mobil, karena itulah yang paling familiar dilihatnya.

Ide itu pun langsung dieksekusi. Mirip teknik membuat bodi bentor (becak motor) ala Gorontalo, bodi gokart Salman pun sudah jadi. Bapak 3 anak itu membungkus bodi dengan kulit sintetis. Jadilah gokart milik Salman yang menyerupai city car itu.

Salman Koni bersama gokart mobil hasil kreasinya.

Ketika mengaspal, orang yang melihatnya bisa saja tertipu jika tampak dari kejauhan. Mobil rakitan itu, bisa dikira mobil sungguhan. Bedanya mungkin saat tampak dari depan. Lampunya beda. Bemper depan pun tak ada.

Tapi kini fungsinya pun layaknya mobil pada umumnya. Ada setirnya. Ada persnelingnya. Rem kaki ada. Tapi ketika dari dekat, bedanya mungkin hanya bodi itu tadi jika dilihat dari luarnya saja.

“Sekarang sudah ada (dilengkapi) musiknya juga. Bisa ditumpangi 2 orang. Besok-besok mungkin saya pasang kaca riben, AC-nya juga mungkin dan bempernya,” tambah dia.

Jika dihitung-hitung sampai saat ini, ongkos yang sudah dikeluarkan Salman untuk membuat mobil rakitan ini sudah mencapai Rp 10 Jutaan. Nyaris setara harganya dengan gokart baru keluaran pabrik yang canggih.

Pun Salman mengaku agak riskan jika dibilang itu adalah mobil rakitan, tapi tidak lantas menolaknya. Yaa karena itu tadi, mungkin lebih cocok disebut gokart seperti inspirasinya.

Gokart mobil rakitan milik Salman Koni tampak dari depan.

Jika dihitung-hitung, mobil rakitan ala Salman ini pun baru sekali saja menjajal jalan trans. Selain itu, hanya beroperasi di pelosok-pelosok desa. Maklum, mungkin karena tidak ada surat-suratnya. Apalagi saat ini Satuan Lalu Lintas sedang giat Operasi Patuh Otanaha 2019.

Namun yang pasti, meski tidak sesempurna buatan arsitek mobil sungguhan, Salman yang otodidak ini pun sudah membuktikannya.(alex)

loading...