Kenapa yang Meninggal Tetap di Swab? Ini Jawaban Dokter

Kenapa yang Meninggal Tetap di Swab? Ini Jawaban Dokter

09/06/2020 08:17 0 By Syakir

Hulondalo.id – Belakangan banyak warga yang mempermasalahkan protokol swab terhadap pasien yang sudah meninggal dunia. Bahkan ada yang nekat menjemput jenazah yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) karena menganggap swab bagi jenazah, tidak perlu. dr. Sukri Antuke Sp,P (Spesialis Paru), pun memberikan alasannya.

Kepada awak media saat konferensi pers, Senin (8/6/2020), dokter spesialis paru yang seharinya bertugas di Rumah Sakit Aloei Saboe itu mengatakan, biasanya ada pasien yang datang dengan status death of arrival atau disingkat DOA. Pasien seperti ini, biasanya hanya 3 atau 4 jam perawatan, akhirnya meninggal dunia.

Nah, pasien dengan status seperti ini tetap akan dilakukan swab sebagai bagian dari protokol covid-19. “kami ambil swabnya untuk membuktikan pasien ini positif atau negatif (covid-19). Kalau poitif, maka tracking harus dijalankan, jika negatif maka tidak perlu tracking,” ungkapnya.

Nah, untuk pemulasaran jenazah pasien dengan infeksi khususnya covid-19, dalam undang-undang kesehatan, pemulasaran jenazah wajib dilakukan dibawah 4 jam.

Karena setelah 4 jam, akan terjadi pemecahan sel sel, yang kemudian jenazah akan mengeluarkan cairan lewat dubur, mulut dan lainnya yang dikhawatirkan membawa virus. “kalau virus keluar, maka sangat infeksius bagi orang sekitarnya,” tambahnya lagi.

Sesuai protokol, pasien dengan status positif covid-19, setelah pemulasaran, jenazah akan dibungkus dengan plastik, kemudian kantong mayat, dimasukkan dalam peti yang sudah dilapisi seng. Ini dimaksudkan, agar cairan dari jenazah tidak merembes kemana mana. Setelah itu, peti akan disemprot disinfektan.

Sebelum pemulasaran, keluarga pasien akan diberikan kesempatan untuk melihat jenazah. Soal lokasi pemakaman sendiri, disesuaikan dengan keinginan keluarga. Bahkan, keluarga dibolehkan jika ingin melakukan pemulasaran sendiri. “keluarga bisa melakukan pemulasaran… rumah sakit akan fasilitasi dengan APD lengkap,” kata Sukri lagi. (zhk)