Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Saat Pandemi, Kota Gorontalo Raih TPID Award Terbaik 2021

Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Saat Pandemi, Kota Gorontalo Raih TPID Award Terbaik 2021

01/10/2021 20:12 0 By Maman

TPID Award Kota Gorontalo 2021

Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid menerima penghargaan TPID Award yang diserahkan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti. (foto:hms)

Hulondalo.id – Terkendalinya harga barang kebutuhan pokok saat pandemi, menjadi kunci keberhasilan Kota Gorontalo meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Terbaik kategori Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2021 dikawasan Sulawesi.

Penghargaan ini, menambah daftar prestasi Kota Gorontalo untuk kedua kalinya secara berturut turut sejak 2020. Penghargaan TPID Award diserahkan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti di Hotel Aston, (1/10/2021).

Selain Kota Gorontalo, peghargaan serupa juga diraih Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang menerima penghargaan TPID Non IHK.

Kepala Bagian Perkonomian Kota Gorontalo, Taufik Dunggio menjelaskan, indikator penilaian TPID Kota Gorontalo, berdasarkan perhitungan inflasi menggunakan indikator IHK yaitu, menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dapat dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu.

“Hasil itu kita tempuh menggunakan strategi 4 K yakni, menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersedian pasokan, kelancaran distribusi, dan terjalinnya komunikasi yang efektif,” jelas Taufik saat mendampingi Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid menerima penghargaan TPID Award.

Selain melakukan upaya pengendalian harga, Taufik mengatakan, Pemkot Gorontalo juga turut menjaga daya beli masyarakat, dan memberikan bantuan stimulus untuk pengembangan sektor UMKM agar tetap beroperasi. Kemudian, membuat inovasi Patali Shoping Point.

Dimasa PSBB pandemi, terobosan yang menggunakan aplikasi berbasis WhatsApp ini, sangat membantu warga memenuhi kebutuhannya.

“Inovasi Patali Shopping Point menjadi ikon Pemkot dimasa PSBB, sistem belanja secara online ini, memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan tanpa kontak fisik,” kata Taufik.

Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid juga mengakui, daya beli masyarakat menjadi unsur penting dalam TPID Award. Faktor ini terjaga karena mendapat subsidi dari Pemkot Gorontalo melalui program gratis lahir sampai mati.

“Ketika kita tarik kebelakang, ini sangat berkorelasi, sebagai salah satu pendorong daya beli masyarakat,” ujar Ismail

Sekda juga menjelaskan, program yang mengakomodir kebutuhan dasar masyarakat itu, diaktualisasikan dengan bantuan produktif guna menghemat pengeluaran masyarakat.

“Contoh, menggratiskan ijin usaha, serta bantuan alat produksi untuk pengembangan UMKM,” ucap Ismail.

Dalam perjalanannya, program yang dicetus Walikota Gorontalo, Marten Taha sejak 2014 itu, menjadi pendongkrak indikator setiap apresiasi yang digondol Pemkot Gorontalo.

Sementara itu, Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, pengawasan terhadap inflasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan pemangku kepentingan.

“Kita juga turun melakukan operasi pasar, dan menggelar pasar murah untuk mengurai terjadinya inflasi di daerah,” jelasnya.

Kepala Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, sinyal positif tanda-tanda pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo mulai berlangsung.

“Perbaikan ekonomi Provinsi Gorontalo mengalami perbaikan hingga mencapai 3,43 % secara year on year di triwulan II tahun 2021, setelah mengalami kontraksi sejak pandemi covid-19 melanda triwulan II 2020,” ucapnya. (Inkri)