Kepala Desa harus Jadi Teladan, dan Mampu Ayomi Masyarakat

Kepala Desa harus Jadi Teladan, dan Mampu Ayomi Masyarakat

15/09/2021 23:38 0 By Syakir

Plt Bupati Boalemo melantik Kades Dulupi dan Penyerahan SK Kades Polohungo, Rabu (15/9/2021)

Hulondalo.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Boalemo, Anas Jusuf, melantik Kepala Desa Dulupi, Yulardi Iyou, dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Kepala Desa Polohungo, Meldi Tahir, di Ruang Kerjanya, Rabu (15/9/2021).

Pelantikan dan penyerahan SK pengaktifan kembali itu, disaksikan oleh Asisten 1, Roswita Manto, Kadis Sosial dan PMD, Mondru Mopangga, Plt Camat Dulupi, Nurdin Djaini, Kepala Bagian Kesra, Sulamen Mutadji, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinat, Rahmat Biya.

Setelah selesai melantik, Plt Bupati Boalemo, Anas Jusuf, menyampaikan kepala desa yang baru di lantik dan di aktifkan, bisa melakukan langkah-langkah progesif dalam pelaksanaan program serta penataan birokrasi.

“Saya mengimbau kepada kepala desa harus benar-benar menjada etika dan moral. Sebab, etika dan moral menjadi pegangan kita dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” turunya.

Kata Anas, kepala desa dalam tradisi masyarakat Gorontalo di sebut sebagai Ayahanda yang memilki makna sebagai Ayah dari seluruh masyarakat yang ada di desa.

“Ayahanda itu ditempatkan diposisi yang sangat terhormat. Sehingga nya, benar-benar menjaga amanah, etika, dan moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Anas.

Orang nomor satu Boalemo itu berpesan, agar setiap kepala desa untuk menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh tokoh masyarakat.

“Kepala desa harus membuat masyarakat nyaman, jangan sampai kepala desa menjadi biang kerok dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Dan tolong wibawa kepala di jaga dengan baik, di usahakan menjadi ujung tombak dalam memberikan hal-hal terbaik kepada masyarakat,” tegas politisi PAN Boalemo itu.

Disisi lain, Anas menghimbau agar agenda-agenda keagamaan di desa bisa di aktifkan. Sebab, dalam kondisi Pandemi Covid-19, kualitas ibadah senantiasa dijaga di daerah bertajuk damai bertasbih.

“Kepada kedua kepala desa, agar menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan baik majelis ta’alim maupun pengajian,” tandas Anas Jusuf. (Rifal/Adv)