‘Keroyok’ Penanganan Stunting, Pemkab Pohuwato Berembuk

‘Keroyok’ Penanganan Stunting, Pemkab Pohuwato Berembuk

29/03/2021 21:18 0 By Yadin

Foto bersama di sela-sela rembuk stunting.

Hulondalo.id – Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar rapat rembuk stunting dalam rangka aksi konvergensi pencegahan stunting melalui Gerbos Emas (Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting), Senin (29/3/2021).

Forum ini dibuka oleh Bupati diwakili oleh Asisten Ekbang, Rusmiyati Pakaya dan dihadiri oleh Ketua Komisi III, Beni Nento, OPD di lingkungan Pemkab Pohuwato serta unsur pemerintah provinsi yang mengikuti secara virtual.

Dikatakan Rusmiyati, rembuk stunting ini bertujuan membangun komitmen daerah dalam merumuskan program kegiatan aksi konvergensi stunting melalui Gerbos Emas.

“Baik yang terkait dengan kegiatan intervensi gizi spesifik maupun kegiatan intervensi gizi sensitif yang nantinya program kegiatan tersebut akan dimasukkan dalam dokumen
perencanaan penganggaran daerah baik
yang dituangkan dalam RKPD/Renja Perubahan 2021 dan menjadi pedoman penyusunan APBD-Perubahan tahun 2021,
maupun untuk kebutuhan perencanaan tahun 2022 yang dituangkan dalam RKPD/Renja tahun 2022 dan menjadi
pedoman penyusunan APBD tahun 2022,” terang Rusmiyati membacakan sambutan Bupati.

Terpisah, dijelaskan oleh Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh, bahwa, di sela-sela rembuk stunting dilakukan penandatanganan sebagai bukti bahwa hasil pertemuan itu akan menjadi komitmen bersama.

Dalam rembuk ini juga lanjut Irfan, pemerintah melibatkan dokter spesialis anak dan Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia Pohuwato.

“Kehadiran narasumber dokter spesialis anak dan Persagi, itu yang diapresiasi oleh pusat. Dan ke depan mereka siap berkolaborasi mengentaskan stunting di Pohuwato dan akan mengelilingi Posyandu,” jelas Irfan juga selaku Koordinator Tim Koordinasi Stunting Pohuwato.

Ditambahkan oleh fasilitator Gerbos Emas, Rozlan Tawaa, aksi konvergensi ini memang seharusnya melibatkan semua pihak. Menurutnya, pentingnya kolaborasi secara kelembagaan.

“Sekarang kolaborasinya sudah lebih erat dan masuk skema Gerbos Emas. Ke depan ini juga sudah ada kolaborasi dengan IBI (ikatan bidan Indonesia) dan PPNI (persatuan perawat nasional Indonesia),” ungkapnya seraya menambahkan, akan berkolaborasi juga dengan sektor swasta, non pemerintahan yang menjadi pemerhati kesehatan. (yadin/adv)