Ketika Pria 83 Tahun Ini Raih Gelar Doktor HC, Ini Kesan Wagub

Ketika Pria 83 Tahun Ini Raih Gelar Doktor HC, Ini Kesan Wagub

04/02/2019 18:01 0 By Alex

wakil gubernur idris rahim

Wakil Gubernur Idris Rahim saat memberikan selamat kepada Ir Ary Mochtar Pedju M.Arch yang berhasil meraih gelar Doktor Honoris Causa pada rapat senat terbuka UNG.

Hulondalo.id – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar rapat senat terbuka penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Ir Ary Mochtar Pedju M.Arch di Ballroom Hotel Dumhill, Senin (4/2/2019).

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan testimoninya terhadap sosok Ary Mochtar Pedju.

Hadir dalam rapat senat terbuka itu diantaranya Rektor UNG, jajaran senat UNG, serta beberapa anggota DPR dan DPD RI.

Dalam testimoninya, Wakil Gubernur Idris Rahim menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ary Mochtar Pedju. Pasalnya, di usia yang sudah memasuki 83 Tahun, Ary Mochtar Pedju masih bisa menyumbangkan pemikirannya di bidang sains dan teknologi.

“Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak Ary Mochtar Pedju terhadap jasanya di bidang sains dan teknologi baik itu pendidikannya, pengalamannya maupun karya-karyanya,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim.

Dikatakan Wakil Gubernur Idris Rahim, bahwa disamping sudah menyumbangkan pemikirannya, Ary Mochtar Pedju juga memiliki jasa besar terhadap kemajuan UNG selama ini.

“Beliau bersama keluarga juga menyumbangkan hartanya, untuk kemajuan UNG yang selama ini terakreditasi A,” sambung Wakil Gubernur Idris Rahim.

Dalam menghadapi era Revolusi 4.0, kata Idris, seseorang yang berusia 30 sampai 40 tahun, tetapi punya visi pandangan masa lalu maka orang itu tergolong sudah tua. Sebaliknya, jika seseorang yang berusia 70 sampai 80 tahun punya visi dan pandangan kedepan, maka orang itu tergolong orang yang muda atau millenial.

“Hari ini kita saksikan bersama, seseorang sudah berusia lanjut tetapi setiap saat masih belajar dan terus berkarya. Beliau menyumbangkan karya ilmiah dengan judul Pendidikan Sains, Tekonologi dan Masyarakat yaitu berupa Kebijakan Negara, Konstruksi Sosial dan Strategi Universitas di Abad Asia. Insya Allah materi ini akan menambah referensi dan menjadi bahan bacaan bagi para dosen dan juga mahasiswa di UNG,” pungkasnya.(Usman)