Ketua Satgas Nasional Apresiasi Penanganan Covid-19 di Gorontalo

Ketua Satgas Nasional Apresiasi Penanganan Covid-19 di Gorontalo

07/10/2020 20:54 0 By Alex

Ketua Satgas Covid Nasional Doni Monardo

Ketua Satgas Covid Nasional Doni Monardo saat kunjungan kerja di Gorontalo, Rabu (7/10/2020).(F. Alfred/Humas)

Hulondalo.id – Tingginya tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 di Provinsi Gorontalo diapresiasi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Doni Monardo pada rapat koordinasi bersama pemda se Gorontalo, Rabu (7/10/2020).

Sebelumnya, data satuan tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo hingga Selasa 6 Oktober 2020 menyebut, total pasien positif Covid-19 sebanyak 2.839 orang. Di mana 2.245 orang dinyatakan sembuh, 315 dirawat dan 79 meninggal dunia.

“Menurut saya (penanganan Covid-19 di Gorontalo) sudah cukup bagus yah. Angka kesembuhan termasuk paling tinggi walaupun angka kematian cukup relatif masih bisa ditekan,” begitu kata Doni Monardo.

“Apabila pasien dalam kondisi ringan jangan sampai masuk status sedang atau berat. Nah ini harus bisa ditekan nanti,” sambung Ketua Satgas Nasional Covid-19 tersebut.

Doni turut menyoroti tingginya ketidakpercayaan warga terkait dengan penularan virus mematikan ini. Dia menilai, angka ketidakpercayaan warga di Gorontalo relatif rendah hanya 16,56% dibandingkan dengan Maluku 29,18% dan Sulawesi Utara 27,66%.

“Tantangan bagi kita semua, masih banyak masyarakat yang menganggap Covid-19 ini tidak berbahaya, tidak mungkin kena. Gorontalo berada di posisi 15 dari bawah, artinya berada pada posisi lebih kecil jika dibandingkan dengan provinsi lain,” kata Jenderal bintang tiga itu.

Doni pun berpesan agar pemerintah di Gorontalo lebih mengoptimalkan peran masyarakat di berbagai lapisan. Selain itu, perlu melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga tokoh kunci di tingkat RT/RW untuk mengedukasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Kepada pemprov, saya berharap keterlibatan masyarakat dioptimalkan sampai ke tingkat RT/RW. Ketika RT/RW dilibatkan, diikutsertakan, dijadikan bagian dalam program ini maka akan timbul kesadaran lebih tinggi. Mereka diharapkan berperan lebih aktif untuk memutus mata rantai di hulu yakni pencegahan. Pencegahan akan jauh lebih murah dibandingkan dalam penanganan kesehatan,” tandas dia.(adv/alex)