Kisah Patriotik Nani Wartabone akan Difilmkan, Hamim: Sudah Masuk Tahap Skenario

12/11/2019 22:43 0 By Alex

Bupati Bonebol Hamim Pou bersama Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Hilmar Farid saat berdikusi terkait rencana pembuatan film Nani Wartabone di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Hulondalo.id – Kisah perjuangan pahlawan Gorontalo Nani Wartabone akan segera diangkat ke layar lebar. Ya, film yang akan dibuat oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI ini sudah masuk tahap penulisan skenario.

“Alhamdulillah, usulan kami untuk pembuatan film kisah Patriotik Nani Wartabone telah diterima Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud. Insya Allah, saat ini sudah masuk tahapan penulisan skenario dan pengambilan stok gambar,” ujar Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou saat dihubungi Hulondalo.id usai diskusi terbatas bersama Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI Hilmar Farid di Grand Hyatt Hotel Bundaran HI, Selasa (12/11/2019).

Dikatakan Hamim, film Nani Wartabone akan menceritakan seputar konflik, kerjasama, gotong royong, percintaan hingga aksi heroik seputar peristiwa Hari Patriotik 23 Januari 1942.

Menurut Hamim, banyak kedeladanan yang ditinggalkan Nani Wartabone dan pahlawan lainnya yang memperjuangkan kemerdekaan di Gorontalo yang tidak terungkap. Olehnya, melalui pembuatan film tersebut sejarah seputar Hari Patriotik dapat diketahui oleh masyarakat secara keseluruhan.

Suasana diskusi terbatas bersama Ditjen Kebudayaan Kemendikbud terkait rencana pembuatan film berbasis budaya lokal.

“Hingga kini, belum ada usaha membuat film tentang 23 Januari 1942 atau tentang pak Nani Wartabone. Nah, kami pun berinisiatif untuk bekerjasama dengan semua pihak. Kolaborasi antara Dirjen kebudayaan, pemerintah daerah dan investor, mudah-mudahan kita segera punya filmnya,” harap Hamim.

Proposal usulan proyek produksi film Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang dibawa langsung oleh Bupati Bonebol Hamim Pou.

Rencananya, penulisan skenario, pengumpulan data dan pengambilan stok gambar persiapannya akan dilakukan selama 3 bulan kedepan.

Pada diskusi terbatas itu turut dihadiri pula Kepala Pusbang, Direktur Kesenian, Direktur Sejarah Kemendikbud, unsur Badan Perfilman Indonesia (BPI) hingga unsur Komite Festival Film Indonesia (FFI).(adv/Alex)