Klaim Obat Tradisional untuk Penanganan Covid-19, dr. Yana: Penuhi Syarat Ini Dulu

Klaim Obat Tradisional untuk Penanganan Covid-19, dr. Yana: Penuhi Syarat Ini Dulu

25/05/2021 18:49 0 By Maman

Obat Tradisional Covid-19 Dikes Prov Gorontalo

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan membahas pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional untuk penanganan Covid-19 yang memenuhi syarat, khasiat, keamanan dan kualitas. (foto:hms

Hulondalo.id – Pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional untuk penanganan Covid-19 kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman SH, penting untuk memenuhi beberapa persyaratan baik itu, syarat, khasiat, keamanan dan kualitas.

“Kita tahu bersama bahwa, sejak dulu obat tradisional telah menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat Indonesia untuk menjaga daya tahan tubuh, dan mengobati berbagai penyakit,” ungkap dr. Yana Selasa (25/5/2021), saat membuka pertemuan membahas pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional untuk penanganan Covid-19.

“Obat tradisional di Indonesia sebagian besar berasal dari hebal tumbuh-tumbuhan, dan ada juga yang berasal dari hewan,” tambah dr. Yana.

Dalam proses selanjutnya dijelaskan dr. Yana, agar dapat diterima secara luas dan bersaing, obat tradisional perlu melewati proses penelitian untuk mengetahui mutu, keamanan, dan khasiatnya.

Jaminan mutu terhadap obat tradisional tersebut kata dia, meliputi bahan baku, pengolahan, hingga dosis yang standar sehingga dapat menghasilkan manfaat yang diharapkan.

“Mutu obat tradisional juga menurutnya, perlu mengikuti pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Selain itu, keamanan dan khasiat obat tradisional juga perlu diuji layaknya obat moderen lain.

dr. Yana Juga menambahkan, dimasa pandemi ini, produk obat tradisional menjadi salah satu yang sering jadi perbincangan. Sebab, beberapa produk obat dan herbal di Indonesia ada yang mengklaim dapat mengatasi virus corona.

Over claim terhadap produk obat tradisional seperti ini kata dia, menjadi sangat meresahkan, dan bisa jadi hanya akan dimanfaatkan segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan.

“Melalui pertemuan ini, kami sangat mengharapkan para pengelola obat tradisional dan farmasi, serta kader kesehatan di puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pada masyarakat, agar dapat menyampaikan informasi yang diperoleh pada kegiatan hari ini,” ujarnya.

“Ingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan klaim herbal atau obat, yang disebut bisa menyembuhkan Covid-19 dan saat ini marak di pasaran,” tukasnya. (Inkri/Adv)