Klarifikasi ke Wartawan, Imran Sebut Nama Mantan Kajati Gorontalo

Klarifikasi ke Wartawan, Imran Sebut Nama Mantan Kajati Gorontalo

23/06/2019 02:43 0 By admin

Imran Nento saat menggelar konfrensi pers, terkait postingan di akun facebooknya yang diduga melecehkan profesi wartawan, Sabtu (22/6/2019).

Hulondalo.id – Mendatangi sejumlah wartawan, Sabtu (22/6/2019), Imran Nento penggiat LSM yang juga pemilik akun facebook Imrannento imran, coba memberikan klarifikasi terkait postingan yang dianggap melecehkan profesi wartawan.

Imran yang datang menggunakan kaos putih Levi’s dipadu celana jeans, menyampaikan permintaan maafnya kepada rekan rekan wartawan dalam sebuah konfrensi pers. Anehnya, Imran sempat menyebut nama mantan Kajati Gorontalo Firdaus Delwilmar.

Imran pun menceritakan ikhwal dirinya mengunggah postingan soal polemik pantai ratu. Dua hari sebelum konten itu diunggah di akun facebook pribadinya, Imran sempat terlibat dialog dengan mantan Kajati Gorontalo Firdaus Delwilmar.

Disaksikan salah seorang wartawan online serta juru bicara Bupati Boalemo, kala itu kata Imran, Kajati Firdaus meminta agar pemberitaan tentang Bupati Boalemo yang sudah meminta izin dari Kajati terkait pemanfaatan mangrove (Pantai Ratu), agar diluruskan.

“Disampaikan Pak Kajati saat itu. Saya bukan Bupati dan juga bukan Gubernur yang bisa memberikan izin kepada Pemerintah Daerah ataupun Bupati. Terkait pemanfaatan mangrove,” ungkap Imran menirukan permintaan Kajati Firdaus kala itu.

Namun, dalam kesempatan yang sama lanjut Imran, Firdaus sempat mengindikasikan kalau ada oknum wartawan yang memanfaatkan persoalan itu. Sayang Imran enggan membeber nama oknum wartawan itu, dan menyarankan ditanyakan langsung ke Firdaus Delwilmart.

“Jadi awal mula permasalahaan ini dari narasumber langsung (mantan Kajati Gorontalo_red). Demi Allah, atas nama Tuhan, saya tidak pernah bermaksud untuk mengenalisir teman-teman wartawan atas ucapan saya itu. Sehingga saya mohon untuk kesekian kalinya dan ingin beroleh restu dari teman-teman,” ucap dia.

Terpisah, Helmi Rasid salah seorang perwakilan wartawa yang ikut melaporkan dugaan pelecehan profesi itu menegaskan, pihaknya serta rekan rekan dari berbagai media tetap memberi ruang untuk hak jawab. Tapi, persoalan proses hukum tetap jalan. (**)