Komjen Boy Rafli Amar Yakin Isu Terorisme Tak Laku di Banuroja

Komjen Boy Rafli Amar Yakin Isu Terorisme Tak Laku di Banuroja

20/09/2020 15:34 0 By Yadin

Komjen Pol Boy Rafli Amar saat memberikan sambutan di Desa Banuroja.

Hulondalo.id – Selain Mendes PDTT dan Wakil Kepala BPIP, warga Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato ikut menyambut kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Mantan Kadiv Humas Polri itu datang ke Banuroja bukan berarti ada kasus terorisme. Melainkan ikut hadir pada launching Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace) di desa tersebut oleh Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, Sabtu (19/9/2020). Pun, Jenderal tiga bintang itu ikut menandatangani prasasti Desa Banuroja yang ditetapkan sebagai Desa Pancasila.

“Kami datang bukan berarti di Banuroja ini ada teroris. Saya yakin tidak ada sama sekali teroris di Banuroja,” ungkap mantan Kapolda Papua ini.

Namun menurutnya, aksi terorisme patut untuk diwaspadai.

“Kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme perlu kita sadari bersama, karena kita semua bisa berpotensi menjadi korban kejahatan terorisme. Yang kedua, kita juga diantara warga masyarakat berpotensi untuk direkrut,” jelas Boy Rafli Amar.

Ia kemudian memberi contoh, ada beberapa warga Indonesia yang terpengaruh dengan kelompok pengusung ideologi teroris.

Tetapi di Banuroja, Komjen Boy menegaskan, isu-isu tersebut tidak akan laku.

“Yakin, orang-orang yang akan menyebarkan paham radikalisme akan tertolak dengan sendirinya, karena ketahanan masyarakat desa yang dibangun oleh pemuka desa bersama dengan unsur pemerintah daerah dan kaum intelektual telah menjadikan desa ini desa yang penuh dengan toleransi, menjadi desa yang penuh dengan semangat untuk hidup secara rukun dan damai, untuk menjadi desa yang hidup penuh dengan hormat menghormati satu sama lainnya,” ujarnya.

Tampak, Komjen Boy Rafli Amar ikut menandatangani prasasti Desa Banuroja sebagai Desa Pancasila.

“Pihak-pihak yang ingin menyebarluaskan paham-paham radikal intoleran, sepertinya kami yakin tidak laku di Banuroja. Karena tawaran-tawaran yang disampaikan oleh kelompok pengusung ideologi teroris, itu umumnya bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila,” jelas Boy Rafli.

Sementara itu, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga ikut memaparkan kondisi Desa Banuroja. Di mana, di desa ini terdapat 3 tempat ibadah yang berdekatan yakni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Pura dan Gereja.

Jumlah penduduk beragama Islam sebanyak 609 jiwa (55%), Hindu 495 jiwa (49%) dan Kristen 48 jiwa (5%).

“Hingga saat ini kehidupan damai dan harmonis terus terpelihara, terbina dengan baik di desa ini dan seluruh wilayah Kabupaten Pohuwato,” tutur Bupati Syarif.

“Kehidupan damai dan harmonis masyarakat dapat diwujudkan walaupun berbeda suku, agama, dan ras. Di tempat ini, secara nyata hal itu kita dapat saksikan langsung,” ungkap Syarif. (yadin/adv)