KPK Dorong Klaim Aset Lahan Desa Wisata Lombongo Dirundingkan Bersama

KPK Dorong Klaim Aset Lahan Desa Wisata Lombongo Dirundingkan Bersama

10/08/2020 15:33 0 By Alex

Gubernur Gorontalo

Suasana pertemuan Tim Korsupgah KPK yang dipimpin Maruli Tua bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di ruang kerjanya, Senin (10/8/2020). (F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong soal kepemilikan aset lahan di desa wisata Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dapat dirundingkan bersama.

Hal ini menyusul masalah aset desa wisata Lombongo yang diklaim oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Korsupgah KPK Wilayah Gorontalo, Maruli Tua saat bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin (10/8/2020).

“Ada beberapa yang beliau sampaikan tadi, lebih khusus kepada pengembangan aset. Baik aset yang diserahkan dari Sulawesi Utara, yang belum tersertifikat maupun aset yang kita beli sendiri,” kata Gubernur Rusli Habibie usai pertemuan.

Saat ini sertifikat hak pakai dari Balai Pertanahan Kabupaten Bone Bolango telah rilis atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sertifikat tersebut masing-masing untuk tanah seluas 83.600 M2 dan 178.600 M2 yang terletak di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango.

Selain tanah, terdapat pula 7 unit aset bangunan senilai Rp 2,7 Miliar.

“Aset ini merupakan hibah dari Provinsi Sulawesi Utara tapi di sana masih ada pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh Kabupaten Bone Bolango. Mereka juga masih menguasai beberapa tempat khususnya yang ada kolam renangnya itu,” sambung Rusli.

Olehnya, KPK pun meminta agar penyelesaian aset tersebut dapat dirundingkan secara bersama-sama, baik aset yang belum bersertifikat maupun yang telah bersertifikat tapi masih dikuasai pihak lain.

Hal lain yang disampaikan Korsupgah KPK di antaranya masalah lingkungan, termasuk didalamnya adalah daerah yang membuka area pertambangan.

“Yang beliau sentil adalah masalah lingkungan, utamanya daerah tambang. Mereka sudah tahu semua. Saya sampaikan juga ini sudah jadi perhatian kita dan Alhamdulillah sudah mendapat atensi dari teman-teman TNI Polri,” tandasnya.(adv/alex)