Kredit Otomotif Dominasi Kredit Perseorangan di Gorontalo, Segini Angkanya

11/09/2019 18:50 0 By Alex

Ilustrasi kredit otomotif di Gorontalo.(anwart)

Hulondalo.id – Siapa sih yang tidak butuh alat transportasi? Untuk menunjang mobilitas sampai produktivitas, kendaraan sangat penting bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Hal itu pun tercermin dengan tingginya permintaan kendaraan baik mobil, sepeda motor maupun kendaraan lainnya oleh warga Gorontalo, termasuk dengan cara mengangsur alias kredit.

Nah, menurut kajian Bank Indonesia, penyaluran kredit perbankan dari perseorangan di Provinsi Gorontalo ternyata didominasi oleh penyaluran kredit otomotif, baik mobil maupun sepeda motor. Tercatat pula, jumlah kredit otomotif di Gorontalo hingga Triwulan II 2019 mencapai 21.600 rekening.

Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional (KEKR) Bank Indonesia (BI), kredit perseorangan di Provinsi Gorontalo tumbuh sebesar 4,18% (year on year/yoy), meningkat jika dibandingkan dengan Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 3,35% (yoy).

Secara spasial, kredit perseorangan pada Triwulan II 2019 terkonsentrasi di Kota Gorontalo sebesar 34,96% (yoy) dan Kabupaten Gorontalo sebesar 31,35% (yoy). Namun, kredit perseorangan tertinggi pada Triwulan II 2019 disumbang dari Kabupaten Bone Bolango yang tumbuh 8,78% (yoy).

“Sementara dari sisi jumlah rekening, rekening dari kredit otomotif menyumbang kredit terbesar sebanyak 21.600 rekening,” tulis BI, dikutip Rabu (11/9/2019).

Pada Triwulan II 2019, pertumbuhan kredit otomotif mencapai 44,99% (yoy), lebih tinggi dari Triwulan I 2019 yang hanya mencapai 14,48% (yoy). Jika dilihat berdasarkan peruntukannya, Kota Gorontalo menjadi pangsa terbesar kredit otomotif dengan 62,27% dari total jumlah rekening otomotif.

“Meningkatnya pertumbuhan penyaluran kredit otomotif sejalan dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang didorong adanya panen raya jagung dan pencairan gaji ke-14 serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kendaraan bermotor menjelang Hari Raya Idul Fitri di akhir Triwulan II 2019,” urai BI.

Peningkatan kredit otomotif juga disebabkan oleh meningkatnya aktivitas usaha, perdagangan dan transportasi pasca panen raya jagung serta persiapan dunia usaha menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, yang mendorong peningkatan permintaan kendaraan angkut sebagai faktor logistik.

“Kredit kendaraan roda dua tumbuh signifikan menjadi sebesar 70,85% (yoy) dari triwulan sebelumnya sebesar 21,11% (yoy). Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan permintaan masyarakat terhadap kendaraan roda dua untuk digunakan pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Dari sisi resiko, indikator Non Performing Loan (NPL) untuk kredit otomotif juga tercatat stabil, yakni sebesar 2,03%. Namun, yang paling mendapatkan perhatian adalah adanya kenaikan NPL kredit kendaraan lainnya seperti truk dan kendaraan roda 6 atau lebih, yang mengalami kenaikan NPL yang besarannya melebihi dari threshold 5%.

Disisi lain, risiko kredit mobil dan kredit sepeda motor pada triwulan II 2019 mengalami perbaikan yang tercatat sebesar 1,26% dan 1,54% dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,86% dan 1,70%.(alex)