Kredit Properti dan Kendaraan Bermotor DP 0% Katanya Jebakan Betmen, Ini Penjelasan BI

Kredit Properti dan Kendaraan Bermotor DP 0% Katanya Jebakan Betmen, Ini Penjelasan BI

25/02/2021 13:56 0 By Alex

Kredit DP 0%

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto. (F. coolturenesia.com)

Hulondalo.idBank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan Down Payment (DP) 0% alias bebas uang muka untuk kredit properti dan kendaraan bermotor sebagai wujud mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi Nasional.

Kebijakan DP 0% untuk kredit properti dan kendaraan bermotor ini rencananya akan berlaku mulai tanggal 1 Maret 2021 mendatang.

Masyarakat pun menyambut baik relaksasi yang dilakukan pemerintah yang turut didukung Bank Indonesia ini.

Namun demikian, ada segelintir masyarakat yang menyebut kebijakan DP 0% ini adalah sebuah jebakan Betmen. Alasannya, kredit yang bebas uang muka akan memberatkan saat membayar angsurannya.

Pada sesi Bincang-Bincang Media (BBM) baru-baru ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto pun menjelaskan bahwa kebijakan DP 0% itu semata untuk mendukung pemulihan ekonomi Nasional imbas meluasnya pandemi Covid-19.

Berbagai langkah pun telah dilakukan Bank Indonesia, salah satunya dengan menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti. Kemudian melonggarkan uang muka kredit kendaraan bermotor 0% untuk semua jenis kendaraan.

“(Kalau pun disebut jebakan Betmen) memang jika sebelumnya ada DP 20%, itu ditanggung debitur dan 80%-nya ditanggung bank. Karena DP-nya 0%, maka semuanya akan ditanggung bank. Itu bisa saja setoran kreditnya naik atau jangka waktunya diperpanjang,” kata Budi Widihartanto.

Budi juga menjelaskan, bahwa sejatinya kebijakan kredit tanpa uang muka ini pernah terjadi sebelumnya. Namun saat kebijakan itu berlaku, permintaan barang melalui sistem kredit juga meningkat drastis.

“Dulu saat kebijakan tanpa DP, banyak sekali orang ambil kredit dan fenomena ini bahaya. Makanya (diterapkanlah) kebijakan down payment ini untuk membatasinya,” tandas Budi.(Alex)