Krisis Kesehatan, Penting Adanya Perencanaan Ketersediaan Obat & Perbekalan

Krisis Kesehatan, Penting Adanya Perencanaan Ketersediaan Obat & Perbekalan

25/02/2021 10:32 0 By Maman

Monev Perencanaan Kebutuhan Obat

Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman saat menghadiri Monev Renbut Obat dan Vaksin. (foto:hms)

Hulondalo.id – Pandemi Covid-19 kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, salah satu kondisi yang membutuhkan perencanaan yang tepat dan matang, dalam penyediaan obat dan perbekalan.

Ketersediaan obat kata dia, selain cukup juga terjamin mutu, khasiat serta keamanannya. Ini kata dr. Yana, sangat menentukan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan yang ada.

“Sangat diperlukan perencanaan yang tepat, obat merupakan komoditi yang unik, bila kurang akan menimbulkan masalah, dan bila berlebih akan menimbulkan masalah juga,” kata dr. Yana.

“Perencanaan dimaksud, selain tepat juga matang dengan mempertimbangkan berbagai faktor,” tambahnya, saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin dan Perbekalan Kesehatan, dalam rangka mendukung upaya penanggulangan krisis kesehatan, bencana dan kejadian luar biasa (KLB) bertempat di Aula Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo, Rabu (24/02/2021).

Terhadap vaksin Covid-19 kata dr. Yana lagi, terpenting adalah memastikan rantai dingin vaksinnya tetap terjaga, agar vaksin yang diberikan terjamin stabilitas, mutu, khasiat dan keamanannya. Untuk mewujudkan hal ini sangat memerlukan kerjasama dan harmonisasi antara pengelola program dan petugas farmasi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmasian, Farid I. Adam, M.Kes., Apt menambahkan, pertemuan ini diharapkan bisa terjadi sinkronisasi dan harmonisasi proses perencanaan kebutuhan obat di Kabupaten/Kota, serta dapat menganalisa kebutuhan obat secara akurat, efektif dan efisien.

“Untuk menjamin ketersediaannya hingga terdistribusi merata di fasilitas pelayanan Kesehatan,” ungkap Farid.

Pertemuan yang digelar tanggal 24–25 Februari 2021 ini, menghadirkan menghadirkan narasumber dari Direktorat Tata Kelola Obat, yang membawakan materi secara virtual dan, diikuti perserta dari instalasi farmasi kabupatn/kota, pengelola program P2, pengelola program jiwa, pengelola program imunisasi kabupaten/kota dan RSUD kabupaten/kota. (MG04/Adv)