Kritik Aktivis untuk Aktivis Pohuwato

Kritik Aktivis untuk Aktivis Pohuwato

22/09/2021 14:28 0 By Yadin

Rozlan Tawaa.

Oleh: Rozlan Tawaa (mantan Ketua PB-KPMIP)

Hulondalo.id – Secara pribadi kami sangat mengapresiasi gerakan parlemen jalanan yang mengatasnamakan aliansi barisan rakyat untuk keadilan (Berkuda) karena ini bagian dari kontrol pemerintah terhadap program maupun jalannya pemerintahan.

Menurut kami, jika di satu daerah masih ada gerakan parlemen jalanan maka menandakan aktivisnya di wilayah itu masih ada dan tidak sakit. Jika parlemen jalanan tumbuh subur, maka perlu ada pembenahan dan perbaikan yang harus dilakukan.

Dari gerakan ini, kami menyarankan bahwa ada sebuah kajian yang lebih matang terkait isu-isu yang diangkat agar tidak bias. Seperti menyangkut Kinerja Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Pohuwato, menurut kami ini keliru jika harus diperbaiki.

 

Kenapa? karena menurut kami bahwa di tiga tahun terahir ini kinerja daerah dalam aspek program dan bentuk kolaborasi yang dilakukan melahirkan beberapa prestasi secara regional maupun nasional di antaranya;

  1. Penurunan angka kemiskinan 3 kali di tiga tahun terakhir,

  2. Pohuwato masuk 10 besar perencanaan dan berinovasi bahkan pembangunan komunal menjadi replikasi nasional,

  3. Pohuwato masuk PPD 2019

  4. Pohuwato 7 kali berturut turut WTP

  5. Pohuwato rangking pertama penanganan Stunting tingkat provinsi Gorontalo.

 

Terakhir, kami sendiri menjadi saksi hidup penghargaan yang diterima oleh Kepala Baperlitbang dari Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri bahwa Pohuwato masuk 10 besar penanganan stunting terbaik di Indonesia Timur.

 

Bahkan Kabupaten Pohuwato dijadikan role model dari segi perencanaan dan pelaksanaan program dengan sistem kolaborasi. Olehnya kinerja Baperlitbang bukan diperbaiki, namun ditingkatkan kinerjanya biar lebih berprestasi.

Sabaiknya jika ada perbaikan yang harus disarankan harus jelas indikator untuk diperbaiki apa? Biar jelas dan akademik.

kegiatan yang dimaksudkan cenderung dengan nilai pencitraan yang mana? Pembangunan yang jauh dari efesiensi apa? Jika persoalan program untuk pemerintahan hari ini belum bisa diukur untuk hasil kinerjanya karena RPJMD yang tertuang dalam visi misi pemerintahan hari ini baru beberapa Minggu yang lalu disahkan.

Untuk transparansi perencanaan dan program Baperlitbang selalu transparan bahkan terbuka. Ruang ruang publik dibuka seperti FGD, rembuk dan kegiatan-kegiatan lain untuk menampung masukan dan saran masyarakat dibuka selebar-lebarnya.

Tentunya kita punya semangat yang sama melalukan perbaikan dan memajukan daerah tercinta ini dengan cara yang berbeda namun satu tujuan. (**)