Kronologi Dugaan Pengeroyokan Oknum Dosen UNG, Versi Mahasiswa

Kronologi Dugaan Pengeroyokan Oknum Dosen UNG, Versi Mahasiswa

01/12/2020 18:21 0 By Syakir

Septiyani Puti, Ketua Mapala Alaska saat memberikan keterangan ke media.

Hulondalo.id – Kasus pemukulan oknum Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga dirawat di rumah sakit, berujung saling lapor. Merasa tersudut, pihak mahasiswa pun memberikan bantahannya.

Kepada media, Senin (30/11/2020), diwakili Ketua Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Alaska, Septiyani Puti, mereka memberikan keterangan seputar kronologis perkelahian dini hari itu.

Dikatakan Septiyani, saat itu sekitar pukul 23.00 Wita, dua alumni fakultas tehnik Arbi Wilianto dan Fahri Kamaru tiba di sekretariat Mapala Alaska di dalam kampus UNG.

Tak lama kemudian datang Taufik Zulfikar Sarson dengan motornya di lokasi yang sama. Saat turun, Taufik langsung marah marah, dan mengaku sebagai Dosen Fakultas Hukum.

Ketiga orang ini langsung bersitegang. Tak tahu akar masalahnya apa, namun keributan itu membuat sejumlah anggota Mapala Alaska yang saat itu sedang rapat, bergegas keluar.

“senior kami sempat minta maaf kepada oknum dosen, tapi kedua senior kami justru mereka mendapat pukulan keras di bagian kepala hingga kak Arbi langsung roboh seketika,” aku Ketua Mapala Alaska, Septiani Puti.

Beberapa anggota mapala coba membantu dan melerai, namun kemudian oleh dua senior itu, mereka dilarang untuk ikut campur.

“Kami pengurus mapala langsung dia suru maso ka sekret, jangan iko campur kata bukan ngoni pe urusan,” jelas Septiyani.

Sementara itu pengakuan Arbi salah seorang dari dua alumni fakultas tehnik yang bersitegang mengaku kalau si oknum dosen sempat mengeluarkan kata provokasi, hingga akhirnya membuat beberapa oknum mahasiswa tersinggung, dan bakupukul tak terhindarkan.

Bakupukul inipun berujung ke saling lapor. Arbi dan Fahri dua alumni mahasiswa tehnik UNG, mengadukan pemukulan yang dilakukan Taufik ke Polsek Kota Tengah.

Sedangkan, Taufik yang mengaku dikeroyok usai mendapatkan pertolongan medis di Rumah Sakit Multazam, juga sudah mengadukan peristiwa yang dialaminya ke Polres Gorontalo Kota.

Selain ditangani pihak kepolisian, kasus ini sendiri sedang dalam investigasi pihak Kampus UNG. Bahkan, gegara persoalan itu, aktifitas malam di kampus tersebut untuk sementara ditiadakan. Kendati menyayangkan, sejumlah pihak menginginkan persoalan ini selesai secara kekeluargaan. (apris)