Kunjungi Rumbia, DPRD Provinsi Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Hutan

Kunjungi Rumbia, DPRD Provinsi Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Hutan

30/09/2021 09:45 0 By Syakir

Hulondalo.id – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja monitoring kegiatan Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL), di Desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Rabu (29/9/2021).

Dalam kunjungan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Mohamad Kris Wartabone, mengatakan bahwa tujuan kedatangan komisi II untuk berdialoq dengan masyarakat Rumbia terkait pelaksanaan RHL. Dan juga, mengenai nilai tambah yang didapatkan warga ketika diadakan RHL, serta penyebab masyarakat merusak atau membabat hutan di desa Rumbia.

“Dipertemuan ini, kami ingin menyatukan rasa anatara keinginan pemerintah dan keinginan rakyat. Saya juga tidak setuju jika tujuan dari RHL ini menyingkirkan rakyat. Padahal negeri ini dimakmurkan semata-mata untuk kemakmuran rakyat. Sehingga, harus ada sinergitas antara program pemerintah dan keinginan masyarakat,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo itu.

Aleg DPRD Gorontalo empat periode itu, juga berharap agar RHL ini bisa menyelamatkan lingkungan dan kelestarian hutan serta memiliki nilai manfaat kepada masyarakat pinggiran hutan.

“Perlu kami sampaikan, bahwa apa yang sudah dilakukan dalam RHL ini semata-mata bukan hanya kepentingan masyarakat saat ini, tetapi juga kepentingan rakyat kedepan. Sehingga, kami hadir membuka dialoq untuk mendapatkan informasi dan mendengar apa yang diharapkan rakyat,” beber Mohamad Kris Wartabone.

Disamping itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Espin Tulie, menghimbau agar kegiatan RHL ini bisa dijaga bersama. Sebab, dirinya menerangkan RHL ini akan menjadi milik masyarakat Rumbia.

“RHL ini patut kita jaga bersama, sebab kegiatan RHL bukan seperti membalikan telapak tangan, namun perlu banyak proses yang akan dilewati oleh pemerintah, dalam hal ini BPDRHL, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan, beserta DPRD,” tuturnya.

Srikandi PDIP ini berharap, agar setiap tanaman-tanaman masyarakat tidak melakukan pembabatan atau pembakaran yang merusak RHL yang sudah dibangun.

“Penanaman tanaman ini butuh proses dan penjagaan. Jangan sampai saat RHL diserahkan, ada pembabatan dari masyarakat, sehingga jangan sampai ini terjadi. Bisa kita menanam jagung dan tanaman lainnya, namun jangan sampai merusak yang sudah kita tananam bersama,” tandas Espin Tulie. (Rifal)