Laka Maut di Gorontalo Utara, Kakak Beradik Itu Atlet Kebanggaan Gorontalo Utara

Laka Maut di Gorontalo Utara, Kakak Beradik Itu Atlet Kebanggaan Gorontalo Utara

04/10/2020 22:26 0 By Maman

Renal Ibrahim, saat kembali dari Semarang memperoleh medali emas dalam Peparpenas tahun 2017. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Duka mendalam atas meninggalnya Renal dan Fani Ibrahim, kakak beradik akibat kecelakaan maut pada Jum’at malam (2/10/2020), juga dialami keluarga besar KONI dan Dispora Gorontalo Utara. Mereka dikenal sebagai atlet tenis meja, bahkan ditingkat nasional.

“Renal Ibrahim ikon Gorontalo Utara, khusus untuk cabang olahraga tenis meja,” ungkap Sekretaris Dispora Gorontalo Utara, Hartono Jusuf saat dihubungi hulondalo.id, Minggu (4/10/2020).

Hartono mengakui, setiap Renal mengikuti event, itu atas dorongan KONI Gorontalo Utara. Renal tercatat 2 kali meraih medali emas pada kejuaraan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas), tahun 2017 di Semarang dan 2019 di Jakarta.

“Dan setiap prestasi saat kembali ke daerah, Renal selalu mendapat reward dari KONI dan diserahkan langsung Bupati Gorontalo Utara, terkait kecelakaan kemarin, KONI sangat kehilangan atlet,” ujarnya.

Renal Ibrahim, didamping pelatih saat memperoleh medali emas dalam Peparpenas tahun 2019 di Jakarta. (foto:istimewa)

Hartono juga mengatakan, peluang ke Pelatnas sangat terbuka. Tahun 2020 ini lanjut dia, jika bukan karena adanya Covid-19, ada 2 kejuaraan yang akan diikuti Renal ditingkat nasional.

“Tingkat nasional sudah berturut-turut dia juara, dan mendapat medali emas, ini peluang besar baginya untuk diperhatikan oleh Pengurus Besar Tenis Meja di pusat, sehingga itu akan diorbitkan untuk masuk ke pelatnas jadi atlet nasional,” kata Hartono.

Soal lakalantas tersebut, Hartono mengaku, kakak beradik itu baru pulang mengikuti latihan di Desa Mongolato Kecamatan Telaga. Adiknya. Fani masih pemula, yang sementara dilatih. Mereka juga kata dia, sudah menjadi binaan PPLP Provinsi Gorontalo karena prestasi mereka.

“Pak Bupati sangat sedih dengan kejadian itu, karena kita kehilangan ikon atlet yang sudah ditingkat nasional, walaupun masih pelajar,” tuturnya. (Prin/Adv)