Langgar Protokol Kesehatan, 15 Warga Terjaring Operasi Yustisi Gabungan Polres Boalemo

Langgar Protokol Kesehatan, 15 Warga Terjaring Operasi Yustisi Gabungan Polres Boalemo

11/12/2020 01:35 0 By Editor

Warga terjaring operasi yustisi gabungan lantaran tidak mematuhi protokol kesehatan diberi sanksi berupa teguran tertulis.(f.istimewa)

Hulondalo.id – Polres Boalemo melaksanakan kegiatan Operasi Aman Nusa Dua dalam rangka penegakan protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Boalemo, Kamis (10/12/2020) pukul 20.00 WITA.

Dari operasi ini sedikitnya 15 warga terjaring. Itu lantaran melanggar aturan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Yakni tidak mengenakan masker saat aktivitas di luar rumah.

Sasaran operasi berlangsung di beberapa titik menggunakan sistem stasioner serta mobile sistem. Seperti halnya menyisir ruas jalan Trans Sulawesi Desa Hungayonaa, Desa Limbato, Desa Mohungo, Persimpangan Lampu Merah, Alun-Alun Tilamuta dan Supermarket.

Disamping menegakkan aturan disiplin protokol kesehatan, personil gabungan terdiri dari kepolisian bersama personil Satpol PP dipimpin Kasat Polair, AKP Jeffry Lelet didampingi KBO Sabhara, IPDA Arianto Mahmud memberikan himbauan dan edukasi serta pesan moril kepada masyarakat. Terutama soal mematuhi disiplin protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, jarak jarak, cuci tangan pakai sambun dan tidak berkerumun.

Kapolres Boalemo, AKBP Ahmad Pardomuan, SIK.MH usai operasi itu menyampaikan, tujuan dilaksanakan operasi untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 di daerah bertajuk Bumi Damai Bertasbih.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas sinergi instansi terkait guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten Boalemo,” tutur AKBP Ahmad Pardomuan.

Operasi yustisi gabungan Polres Boalemo bersama Satpol PP di jalur Trans Sulawesi melintasi Kecamatan Tilamuta.(f.istimewa)

Lanjut Kapolres, Ahmad Pardomuan menambahkan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan, entah siang hari ataupun malam hari. Harapannya agar masyarakat Boalemo benar-benar terbebas dari penularan wabah virus corona hingga kembali masuk zona hijau pandemi.

“Sementara ini, masyarakat ditemukan tidak memakai masker langsung diberi sanksi berupa teguran tertulis dan dibuatkan pernyataan. Kedepan, sanksi diterapkan lebih berat sesuai aturan berlaku,” tegas Alumni Akpol Tahun 1999 itu.(MG-03)