Lebih Percaya Hoaks, Banyak Warga Takut Divaksin Covid-19

Lebih Percaya Hoaks, Banyak Warga Takut Divaksin Covid-19

25/08/2021 20:50 0 By Syakir

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Bank Sulut-go dan PWRI Provinsi Gorontalo membahas tentang Dukungan mitra potensial dalam pencegahan Covid-19, Rabu (25/8/2021).

Hulondalo.id – Hingga 24 Agustus 2021, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat, dari total target penerima vaksin covid-19 sebanyak 938.409 orang, baru sekitar 36,55% diantaranya yang sudah menerima vaksin.

Angka itu terbilang rendah, jika melihat upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga pemerintah kabupaten/kota, yang gencar mendorong vaksinasi bagi warganya. Belum lagi dibantu oleh institusi TNI/Polri yang membuat pos pelayanan vaksinasi bagi masyarakat umum.

Sejumlah warga yang belum divaksin, kepada hulondalo.id mengaku takut akan kenapa napa jika divaksin, berdasar informasi dari sosial media. Ada juga yang merasa tidak perlu vaksin, karena menganggap vaksin justru hanya akan membuat mereka jatuh sakit.

dr. Yana Yanti Suleman Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo mengakui mengalami kendala mendorong capaian taget penerima vaksin. Salah satu kendala terbesar adalah, banyaknya informasi tidak benar alias hoaks yang beredar di masyarakat, baik lewat sosial media atau pun cerita dari mulut ke mulut.

“Kita menginformasikan 1 informasi positif, Hoax menginformasikan 10 yang tidak benar adanya hal demikian. Itulah jadi kendala kita,” ungkap Yana dalam dialog dengan tema “dukungan mitra potensial dalam pencegahan Covid-19”, Rabu (25/8/2021).

Meski begitu pihaknya tidak akan kendor untuk tetap menggencarkan sosialisasi vaksinasi untuk masyarakat. Apalagi stok vaksin di Gorontalo terbilang sangat cukup, baik itu vaksin jenis sinovac, astra zeneca maupun booster moderna.

“masyarakat jangan gampang percaya isu isu. Soal stok, Alhamdulillah, di Gorontalo stok vaksin selalu ada untuk masyarakat,” tegasnya.

Didalam data informasi dari Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo, dengan sasaran vaksinasi sebesar 938.409, namun yang sudah terealisasi sebesar 36,55% dengan total 343.006 dosis vaksin baik pertama, kedua dan ketiga. (*)