‘Lelaki Suka Seks Lelaki’ Dominasi Penderita HIV/AIDS di Gorontalo

‘Lelaki Suka Seks Lelaki’ Dominasi Penderita HIV/AIDS di Gorontalo

20/08/2019 21:25 0 By Alex

Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo, Idah Syahidah Habibie saat melakukan sosialisasi pencegahan dini HIV/AIDS di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara, Selasa (20/8/2019)

Hulondalo.id – Penderita HIV/AIDS di Gorontalo hingga Maret 2019 didominasi oleh lelaki penyuka sesama jenis alias homo alias gay. Jumlahnya sudah mencapai 373 penderita HIV/AIDS.

“Dari jumlah penderita HIV/AIDS hingga Maret 2019 di Gorontalo sebanyak 484 orang. Kaum laki-laki mendominasi dengan 373 penderita HIV/AIDS. Faktor utamanya adalah LSL (Lelaki Suka Lelaki),” ujar Ketua Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Gorontalo, Idah Syahidah Habibie saat sosialisasi di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara, Ponelo Kepulauan, Selasa (20/8/2019).

Kemudian, dari jumlah penderita HIV/AIDS tersebut, kaum pelajar menempati urutan pertama dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 61 kasus. Kaum pelajar yang dimaksudkan disini pula, adalah klasifikasi berdasarkan usia 15-24 Tahun.

“Adik-adik harus ketahui, kami dari tim KPAP datang jauh-jauh kesini hanya untuk bisa memberi pengetahuan lebih jelas lagi kepada kalian apa itu HIV/AIDS. Teman-teman kalian di daerah darat sana, Alhamdulillah, sudah kita datangi sekolah-sekolah mereka dan mereka sudah bisa mengetahui apa itu HIV/AIDS dan bagaimana bahayanya,” ungkap Idah.

Sebelumnya, untuk menuju SMA Negeri 8 Gorontalo Utara, Idah Syahidah bersama tim KPAP Gorontalo harus melakukan perjalanan panjang. Dimulai dari pelabuhan Gorontalo Utara, mereka menggunakan perahu untuk menyebrang lautan agar bisa sampai di Ponelo Kepulauan.

Di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara ini, sekitar lebih dari 2 jam lamanya Idah Syahidah bersama tim KPAP menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS, hingga berlanjut sesi tanya jawab.

“Kenapa kami dari tim KPA terus mensosialisasikan kegiatan ini di tingkat kalian sebagai pelajar? Karena memang usia kalian yang produktif-lah yang paling banyak terinfeksi virus ini. Seks bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang menjadi 2 hal utama penyebabnya,” tegas Idah.

Khusus di Kabupaten Gorontalo Utara sendiri, Idah mengungkapkan sudah ada 34 penderita HIV/AIDS. Meskipun menjadi jumlah penderita yang terendah di Provinsi Gorontalo, Idah menegaskan bahwa virus mematikan itu dapat diwaspadai sedini mungkin.(usman)