Lestarikan Upia Karanji Dimulai dari Kepala Daerah

Lestarikan Upia Karanji Dimulai dari Kepala Daerah

07/03/2019 19:47 0 By Alex

upia karanji

Upia karanji oleh Gubernur Rusli Habibie, Wakil Gubernur Idris Rahim, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Walikota Gorontalo Marten Taha dan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin.(istimewa)

Hulondalo.id – Upia karanji sebagai salah satu kerajinan khas Gorontalo wajib untuk dilestarikan. Salah satunya dengan membiasakannya menggunakan sehari-hari. Dan untuk mendorong budaya upia karanji, kepala daerah diharapkan dapat menjadi pelopor.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie merupakan sosok yang paling getol mempromosikan sekaligus membudayakan upia karanji. Kali ini, dia meminta kepala daerah bisa konsisten menggunakan upia karanji dalam aktivitas sehari-hari, bahkan saat berada di luar daerah.

“Gubernur, Bupati, Walikota dan para wakil itu panutan masyarakat, contoh bagi aparatur birkokrasi. Kami terus mendorong agar budaya dan ciri khas Gorontalo ini tetap terjaga. Caranya bagaimana? Yaa.. harus dimulai dari kepala daerah,” kata Rusli Habibie, Kamis (7/3/2019).

Khusus di Provinsi Gorontalo, kewajiban menggunakan upia karanji sudah dimulai sejak awal Tahun 2018. Sejak saat itu, Gubernur Rusli Habibie dalam berbagai kesempatan tidak segan menegur pejabat atau pegawainya yang tidak menggunakan upia karanji.

“Saya berterima kasih kepada pak Syarif (Bupati Pohuwato), pak Indra (Bupati Gorut) dan pak Marten (Walikota Gorontalo) yang saya lihat selalu menggunakan upia karanji. Masih ada juga kepala daerah yang malu-malu menggunakannya,” kata Gubernur Rusli Habibie.

Menggunakan upia karanji tidak saja membuatnya populer di tingkat nasional, tapi mendorong tumbuhnya UMKM. Karena sebelum itu, upia karanji nyaris tidak bernilai dijual tak sampai Rp 50.000,-. Kini, pesanan upia karanji yang oleh nasional populer disebut peci Gusdur itu terus berdatangan hingga membuat harganya meroket. Bahkan, kini upia karanji mulai dijadikan gaya hidup kaula muda.(usman)