Lindungi Pekerja Informal, Pemkab Bonbol Tambah 10 Ribu Peserta Melalui Program BPJAMSOSTEK

Lindungi Pekerja Informal, Pemkab Bonbol Tambah 10 Ribu Peserta Melalui Program BPJAMSOSTEK

22/09/2020 01:27 0 By Jeffry

Sekda Ishak Ntoma didampingi para Asisten, dan pimpinan OPD, serta Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo Hendra Elvian memimpin Raker Operasional Penetapan 10 Ribu peserta pekerja sektor informal melalui APBD Bone Bolango tahun anggaran 2020, Senin (21/09/2020).

Hulondalo.id – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali menambahkan 10.000 peserta baru yang bekerja di sektor informal untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Jumlah kepesertaan ini bertambah seiring dengan adanya relaksasi iuran yang diberikan melalui kebijakan pemerintah sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2020. Sehingga efek relaksasi ini turut berimbas pada penurunan iuran yang ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

“Artinya, kelebihan anggaran yang sudah dialokasikan kepada 20 ribu peserta sebelumnya itu ada kelebihan anggaran untuk 6 bulan. Dan sesuai kesepakatan kelebihan ini akan dialokasikan kepada 10 ribu peserta baru,” ujar Hendra Elvian usai Rapat Kerja (Raker) Operasional Penetapan 10 Ribu peserta pekerja sektor informal melalui APBD Bone Bolango tahun anggaran 2020, yang berlangsung di ruang kerja Sekda Bone Bolango, Senin (21/09/2020).

Dirinya juga bahkan mengapresiasi perhatian dari pemerintah daerah yang selalu berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga yang memiliki pendapatan sangat rendah untuk diakomodir dalam program BPJAMSOSTEK.

“Dengan adanya PP 49 tahun 2020 ini, tentu sangat membantu pemerintah daerah, khususnya para pekerja untuk mendapatkan perlindungan program BPJAMSOSTEK yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerahnya. Dan tentunya kebijakan ini akan sangat membantu para pekerja untuk mendapatkan perlindungan,” imbuh Hendra.

Sementara itu, Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma menyampaikan, dalam memberikan perlindungan kepada warganya, Pemkab Bonbol telah mengikutsertakan tenaga kerja di sektor informal sebagai peserta BPJAMSOSTEK sejak tahun 2018. melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Jumlah kepesertaan ini kata Sekda dikukuhkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama BPJAMSOSTEK yang jumlahnya telah mencapai 20 ribu peserta.

“Nah, untuk tahun 2020 ini, dengan adanya wabah covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui relaksasi iuran yang sebelumnya dikenakan Rp 16.800 perjiwa, kini iuran yang dikenakan hanya Rp 168 perjiwa,” urai Sekda.

“Kalau tidak ada kebijakan ini, Pemkab Bonebol harus menambah lagi anggaran Rp 780 juta untuk pembayaran premi 20 ribu peserta selama 4 bulan kedepan,” sambungnya.

Olehnya, selisih anggaran untuk pembayaran iuran tersebut kata Sekda bisa dikompensasi untuk penambahan kepesertaan baru yang jumlahnya mencapai 10 ribu peserta.

“Jadi untuk saat ini, total pekerja sektor informal di Bonebol yang sudah dilindungi Pemkab Bonebol melalui program jaminan sosial BPJAMSOSTEK itu sudah mencapai 30 ribu pekerja,” tandasnya.(Jeff)