Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan Ini Upaya Walikota Marten

Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan Ini Upaya Walikota Marten

06/07/2021 14:13 0 By Maman

Koordinasi Kekerasan Perempuan dan Anak Kota Gorontalo

Walikota Gorontalo, Marten Taha menghadiri Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak. (foto:kominfo)

Hulondalo.id – Sejak tahun 2016 kata Walikota Gorontalo, Marten Taha, Pemkot Gorontalo telah menerbitkan Perda Nomor 7 tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Regulasi ini kata Walikota, sikap tegas menyikapi kekerasan perempuan dan anak.

“Ini semata-mata untuk melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, serta pemenuhan terhadap hak-hak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan selama ini,” ungkap Walikota, Selasa (6/7/2021).

Sisi lain dituturkan Marten, OPD terkait dilingkungan Pemkot Gorontalo, telah membentuk lembaga layanan baik penanganan maupun rujukan berupa Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Walikota 2 periode ini juga mengatakan, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan Dan Anak (Satgas-PPA) yang tersebar di 50 kelurahan di Kota Gorontalo, merupakan lembaga pelayanan penjangkauan dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Ini juga menjadi forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum Puspa), sebagai lembaga rujukan pemulihan dan pemberdayaan perempuan dan anak korban kekerasan.

“Pemerintah Kota Gorontalo juga mendukung program unggulan pemerintah pusat dalam menyikapi semua permasalahan perempuan dan anak yakni Program Three Ends Plus diantaranya, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan dan akhiri kesejangan perempuan di bidang politik,” ucap Politisi Golkar itu.

Walikota berharap, pertemuan koordinasi lintas sektor pencegahan kekerasan perempuan dan anak, melahirkan ide dan inovasi dalam upaya mencegah segala bentuk kekerasan perempuan dan anak di Kota Gorontalo. (Inkri/Adv)