Luas Sawah Berkurang 3.369 Hektar, Terbesar di Kabupaten Gorontalo

Luas Sawah Berkurang 3.369 Hektar, Terbesar di Kabupaten Gorontalo

26/10/2020 14:21 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memberikan sambutan pada Ekspose Hasil Integrasi Data LP2B Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (26/10/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim membuka Ekspos Hasil Integrasi Penyaiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Gorontalo, Senin (26/10/2020).

Terungkap, lahan sawah di Provinsi Gorontalo berdasarkan hasil deliniasi citra seluas 33.059 Hektar. Namun setelah dilakukan inventarisasi dan integrasi lapang yang dilakukan oleh Tim LP2B Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota, lahan sawah di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo seluas 29.685,98 Hektar.

“Ada selisih 3.369,91 Hektar yang telah beralih fungsi menjadi permukiman, perkantoran, perkebunan, peternakan dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Gorontalo, Wartomo.

Pengurangan terbesar lahan sawah ada di wilayah Kabupaten Gorontalo. Sebelumnya berdasarkan deliniasi citra, sawah di Kabupaten Gorontalo seluas 15.217,78 Hektar. Namun setelah dilakukan integrasi luasnya tersisa 13.039,72 Hektar, atau terjadi pengurangan seluas 2.178,06 Hektar.

Pengurangan lahan sawah terkecil ada di Kabupaten Boalemo yakni seluas 26,74 Hektar dari 4.940,06 Hektar menjadi 4.913,32 Hektar.

Sebaliknya di Kabupaten Pohuwato setelah dilakukan invetarisasi dan integrasi lapang, terdapat pencetakan sawah baru seluas 1.918 Hektar sehingga total luas lahan sawah di Pohuwato menjadi 5.155,73 Hektar.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, data hasil integrasi LP2B sangat penting dan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan, baik secara Nasional maupun di Provinsi Gorontalo.

Menurut Idris, ekspos data hasil integrasi LP2B bisa menjadi pegangan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota utamanya dalam menyusun program pembangunan di sektor pertanian.

“Dengan luas sawah 29 Ribu Hektar, apakah cukup untuk kebutuhan penduduk Gorontalo yang berjumlah kurang lebih 1,2 juta? Oleh karena itu data ini bisa kita gunakan untuk membuat inovasi dan terobosan dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian,” kata Idris.

Idris juga berharap, dengan data hasil integrasi LP2B ini tidak terjadi lagi perbedaan data terkait lahan pertanian, baik menyangkut data potensial, luas tanam, serta luas baku.

Upaya perlindungan lahan pertanian yang diatur dengan UU Nomor 41 Tahun 2009 dan telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Data ini harus kita evaluasi setiap tahun, karena setiap tahun ada lahan pertanian yang tergerus oleh permukiman, gedung kantor, pabrik, gudang dan lainnya,” tandasnya.(adv/alex)