Lukum: Penanganan Banjir Harus Teranggarkan dalam APBD 2022

Lukum: Penanganan Banjir Harus Teranggarkan dalam APBD 2022

08/11/2021 11:46 0 By Maman

Lukum Tinjau Banjir

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko saat meninjau bencana banjir. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Anggota DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko kembali mengingatkan Pemda Gorontalo Utara, agar penanganan bencana banjir harus dianggarkan dalam APBD Tahun 2022.

Lukum mengatakan, bencana banjir sudah menjadi langganan masyarakat di beberapa desa, khususnya di beberapa Kecamatan setiap tahun, bahkan dalam setahun ada yang sudah 2 sampai 3 kali terjadi.

“Kita berharap, banjir ini jangan dilihat sebagai hal yang biasa atau yang biasa-biasa saja, kita harus serius menangani banjir ini agar keluhan masyarakat ini tidak berkepanjangan,” ungkap Lukum, Senin (8/11/2021).

Memasuki tahun anggaran baru APBD 2022, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini berharap, pemerintah daerah juga harus fokus dalam penanganan banjir.

Penanganan bencana banjir kata dia, harus dimasukkan dalam APBD Tahun 2022. Dan itu juga kata dia, masuk dalam janji Bupati Gorontalo Utara, dalam setiap Rapat Paripurna Nota Pengantar Bupati, ketika fraksi Golkar menyampaikan keluhan banjir di beberapa des dan kecamatan.

“Beliau menyampaikan dan memerintahkan OPD terkait, untuk menganggarkan dan memberikan perhatian terhadap banjir ini, kita mengingatkan kembali, jangan sampai di APBD 2022 ini tidak teranggarkan,” ujarnya.

“Kasihan masyarakat, kita memang hanya datang melihat, kita hanya datang memberikan nasi bungkus, tetapi kita tidak tahu, tidak merasakan betapa sedihnya mereka mengalami banjir ini,” tuturnya

Anggota DPRD dua periode ini kembali menekankan agar, pemerintah harus serius menangani masalah banjir. Diantaraya, normalisasi sungai yang ada di beberapa desa. Upaya ini kata dia, akan terus di kawal.

Lukum menyampaikan, hingga saat ini pembersihan pasca banjir yang terjadi beberapa saat lalu masih dilakukan, bukan hanya di Tolongio, dibeberapa desa Ilangata, Tolango Kecamatan Anggrek, desa lainnya juga yang ada di Kecamatan Tomilito dan seterusnya.

“Ini harus di seriusi dan ini urgen sekali, sekarang korban material sudah ada, rumah sudah rusak, hancur, hewan ternak hilang, mati, rumah sekitar 20 lebih hancur, apakah pemerintah daerah nanti menunggu masyarakat rakyat yang meninggal, sehingga ini harus segera di atasi dan kita akan kawal program ini, kita sudah komitmen kita sudah niatkan kita akan kawal ini dalam APBD 2022,” terangnya. (Prin)