Mahasiswa STP Bandung Temukan Peninggalan Bersejarah di Gorontalo Utara

Mahasiswa STP Bandung Temukan Peninggalan Bersejarah di Gorontalo Utara

17/03/2020 15:45 0 By Maman

Peninggalan bersejarah berupa keris yang ditemukan mahasiswa STP Bandung. (Foto:Istimewa)

Hulondalo.id – Tak hanya menemukan potensi destinasi wisata yang indah di Kecamatan Sumalata dan Sumalata Timur, mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung juga menemukan nilai-nilai bersejarah yang belum terangkat dan belum diketahui wisatawan.

Potensi tersebut antara lain, kapal karam, terowongan bawah laut, kuburan-kuburan Belanda dan peninggalan keris, yang ditemukan saat melakukan penelitian.

Penemuan ini kata salah seorang mahasiswa Alfiano, merupakan sesuatu yang unik, dan memiliki nilai-nilai bersejarah yang kurang terangkat dan tidak diketahui wisatawan.

“Peninggalan keris itu dipegang oleh masyarakat desa,” tuturnya saat diwawancarai hulondalo.id, Selasa (17/3/2020).

Dimata para peneliti kata dia, benda dan tempat itu memiliki nilai tinggi, dan menjadi keunikan tersendiri bagi Gorontalo Utara.

“Sehingga itu bisa menarik perhatian dari wisatawan terutama wisatawan asing yang memberikan banyak pemasukan,” tukasnya.

Alfiano juga mengakui bahwa, pantai di Gorontalo Utara itu indah, jika dibandingkan dengan tempat lain. Mereka kata Alfiano, berharap agar pembangunan yang dilakukan bisa diarahkan pada tempat yang memang berpotensi, dan menghindari adanya pambangunan betonisasi.

“Seperti yang kita lihat di lapangan, banyak terjadi pembetonan di area pantai yang seharusnya itu tidak terjadi, pantai itu bukan area yang dibangun secara permanen, keunikan alam itu yang seharusnya di angkat dan diservis, bukan benda-benda fisik yang nantinya akan rusak,” kata Alfiano.

Keunikan budaya dan keunikan sejarah seharusnya diangkat. Sebab kata dia, itu menjadi titik kunci ketertarikan dari setiap daerah.

Banyaknya titik longsor dan kerusakan jalan yang sangat parah, ikut menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk datang.

Pemerintah desa juga kata dia, sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dalam melakukan perencanaan pembangunan yang bersumber dari dana desa. (Prin/Adv)