Maksimalkan Tenaga Konservasi Koleksi, Museum Gorontalo Gelar Pelatihan

Maksimalkan Tenaga Konservasi Koleksi, Museum Gorontalo Gelar Pelatihan

10/11/2021 22:16 0 By Syakir

Pelatihan di Museum Purbakal Provinsi Gorontalo

Hulondalo.id – Museum Purbakala Provinsi Gorontalo mengadakan pelatihan konservasi koleksi museum khususnya konservasi terhadap koleksi kayu.

Kegiatan dilakukan untuk mengedukasi pengelola museum bagaimana mengidentifikasi jenis dan kerusakan serta cara penanganan terhadap koleksi kayu yang berada di Museum.

Kepala UPTD Museum Purbakala, Hja, Meli Mohamad, M.Pd, mengatakan, konservasi perlu dilakukan karena sebagian besar koleksi yang berada di museum terdiri dari bahan kayu seperti rumah adat Gorontalo, replika kursi Pak Nani Wartabone dan masih banyak lagi yang memerlukan penanganan khusus.

“semoga kegiatan ini bermanfaat, dan dapat meningkatkan kompetensi pengelola museum,” ungkap Mely, Rabu (10/11/2021).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi yang berasal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo.

Pemateri kegiatan terdiri dari Ibu Asni, S.T., M.Si dan Ibu Hastina Ambarwati, S.Si. Pemberian materi dilaksanakan dalam ruang audio visual yang diikuti oleh seluruh staf museum.

Dalam pelaksanaan kegiatan yang dibawakan oleh Ibu Ambarwati, beliau memaparkan beberapa contoh pengalaman konservasi yang telah dilakukan oleh BPCB ke beberapa wilayah, salah satunya yaitu konservasi kayu wadah kubur kayu gua Tangkaboba Tentena, Poso Sulawesi Tengah.

Setelah memaparkan pengalaman konservasi kemudian dilanjutkan dengan bagaimana cara mengidentifikasi jenis kayu secara makroskopik (kasat mata) dan secara mikroskopik (laboratorium).

“Prosedur diagnostik konservasi yaitu pertama mencari permasalahan konservasi lalu melakukan identifikasi/analisis Laboratorium setelah mengidentifikasi baru dilakukan pelaksanaan konservasi,” Ungkap Ambarwati.

Selesai pemaparan materi, dilanjutkan dengan praktek meracik bahan yang digunakan untuk konservasi berupa cengkeh, tembakau dan air aquades yang dicampur jadi satu dan didiamkan selama 24 jam untuk diaplikasikan esok hari ke koleksi kayu yang di konservasi.

Pelatihan konservasi dilaksanakan di Kantor UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo dengan menerapkan protokol kesehatan. (Inkri)