Malam Terakhir Pasar Senggol: Pedagang Banting Harga, Pembeli Tawar Lebih Miring

04/06/2019 01:22 0 By Alex

Suasana pasar senggol Kota Gorontalo masih tampak ramai pada pukul 23.30 Wita. Ini adalah hari terakhir para pelapak membuka dagangan di pasar senggol.

Hulondalo.id – Pekik para pedagang di pasar senggol Kota Gorontalo, “Mari bu…mari bu…Silahkan pilih…3 lembar Rp 100.00,-,” rayu Deni, seorang pedagang kepada pengunjung pasar senggol.

Suaranya melengking kencang karena menggunakan pengeras suara. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 Wita. Deni menghabiskan seluruh kemampuan merayu pelanggan karena malam ini, Senin (3/6/2019).

Pasalnya, ini merupakan hari penghabisan atau terakhir menggelar dagangan di pasar senggol. Karena sebentar lagi, sekitar 02.00 dini hari, dia beserta sang Istri akan mengemas lapak dan bertolak meninggalkan Kota Gorontalo.

“Sebentar tengah malam kami akan pulang kampung. Ke Manado,” ujar Deni.

Para pedagang menggelar lapak di senggol sekitar 12 hari. Khusus Deni, barang-barang dagangannya berupa sendal dan sepatu. Dia mengaku telah mengobral murah karena ini jam-jam terakhir.

“Ini rata-rata saya jual murah, Rp 50.000,- per pasang. Saya juga ingat para pembeli kalau kita kasih mahal sedangkan lusa sudah mau kebaran,” kata Deni.

Bukan hanya Deni yang tampak merayu. Para pengunjung juga tak mau kalah merayu para pedagang. Mereka berusaha menawar dengan harga yang lebih rendah lagi.

Seperti yang dilakukan Ibu Amora.  Datang bersama 2 orang anaknya, Amora bermaksud membeli baju dan celana untuk dipakai saat lebaran Idul Fitri.

“Mo cari baju untuk anak-anak. Cuma dorang kase mahal, sup. Kita ada minta tawar sama penjualnya cuma tetap dikasih Rp 130.000,- untuk celana anak-anak,” ujar Amora.

Di Kota Gorontalo, Pasar senggol akan digelar oleh pemerintah setiap tahun. Tahun ini pasar senggol di buka di beberapa titik. Diantaranya area pasar sentral, serta area pasar tua jalan MT Haryono.(John)