Mandirinya Masyarakat Desa Tapaluluo Diketinggian 600 MDPL

Mandirinya Masyarakat Desa Tapaluluo Diketinggian 600 MDPL

18/12/2019 22:39 0 By Maman

Aktivitas masyarakat Desa Tapaluluo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.

Hulondalo.id- Tak ada listrik, matahari pun jadi. mungkin itulah ungkapan yang tepat disematkan kepada warga masyarakat Desa Tapaluluo. Kondisi topografi desa yang terletak pada ketinggian 600 MDPL, membuat desa ini kurang mendapat perhatian.

Mulai dari listrik yang menyala kurang dari 1 jam, kondisi jalan yang ekstrim sempat memicu terjadinya kecelakaan. Bahkan baru-baru ini hingga merenggut nyawa. Belum lagi, minimnya fasilitas kesehatan. Masyarakat kemudian berinisiatif membuat tandu darurat dari kain sarung membantu warga yang akan melahirkan.

“Kan kasihan kalau dibawa dengan mobil, nanti tambah sakit akibat benturan,” ujar Kepala Desa Tapaluluo Marten Y. Anwar kepada hulondalo.id, Rabu (18/12/2019).

Diakui Marten, suplay listrik yang kurang bersahabat membuat masyarakat harus memutar otak.

Kepala Desa Tapaluluo Marten Y. Anwar.

“Listrik bersumber dari PLTS, bisa tahan 12 jam kalau dipakai hanya untuk lampu, tapi kalau untuk charger hp dan lain-lain, tak cukup satu jam”.

“Masyarakat menggunakan PLTS, bisa tahan 12 jam kalau dipakai hanya untuk lampu, tapi kalau dipakai untuk charger hp dan lain-lain, listriknya tak cukup sampai satu jam,” ungkap Marten.

Untuk resepsi nikahan dan kedukaan, masyarakat mengandalkan genset yang dipinjamkan secara gratis dari desa.

“Kita pinjamkan secara gratis, tapi masyarakat yang isi BBMnya,” jelas Marten.

Soal akses jalan yang cukup menguji nyali, diakui Marten sempat mendapat bantuan. Bantuan kata dia, program dari BPBD tahun 2017 kemarin. Itupun tidak secara keseluruhan, hanya pada titik-titik yang dianggap ekstrim.

Ditemui terpisah, anggota BPD Tapaluluo Hamsah Kiomo mengungkapkan hal serupa.

“Sebenarnya bukan tidak ada bantuan, bantuannya juga bermanfaat tapi belum cukup tepat sasaran,” katanya.

Ditanya soal harapan, tak muluk-muluk keduanya kompak berujar tentang desa yang memiliki potensi pariwisata dan pertanian ini, agar lebih diperhatikan. Termasuk akses jalan yang menghubungkan Dulamayo Barat, Tapaluluo, dan Kelurahan Malahu. (Ika)