Manisnya Keuntungan Usaha Sarang Walet di Tengah Pandemi

Manisnya Keuntungan Usaha Sarang Walet di Tengah Pandemi

23/07/2020 21:05 0 By Yadin

Seminar dan konsultasi sarang burung walet di hotel MBR Pohuwato, Kamis (23/7/2020).

Hulondalo.id – Sarang burung walet adalah komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan saat ini.

Tak heran, hingga sekarang pembangunan RBW (Rumah Burung Walet) di Provinsi Gorontalo terus bertambah bahkan sudah mulai menjamur. Selain keuntungannya yang cukup menggiyurkan, juga usaha ini sangat mudah.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Provinsi Gorontalo, dr. Taufik mengatakan, di tahun 2019 kemarin lebih dari 500 ton sarang burung walet (SBW) Indonesia diekspor ke beberapa negara mulai dari China, Thailand, Vietnam, Malaysia dan negara lainnya.

“Baru-baru ini, 1 bulan kemarin Indonesia sudah melakukan prosedur untuk pengiriman sarang burung walet ke Australia. Negara Australia meminta dengan beberapa item persyaratan,” kata dr. Taufik pada kegiatan seminar dan konsultasi rahasia sukses budidaya sarang burung walet, Kamis (23/7/2020).

SBW memang termasuk komoditi yang eksklusif. Ini pun kata Taufik, mendapat instruksi langsung dari Presiden sebagai salah satu komoditas yang mampu mendongkrak devisa pemasukan negara.

“Sarang burung walet sangat potensional untuk kegiatan perekonomian karena hampir 95 persen sarang burung walet Indonesia diekspor. Sisanya 5 persen dikonsumsi di negara Indonesia,” jelas Taufik.

Sementara itu, Pj. Sekda Pohuwato, Iskandar Datau menuturkan, usaha yang satu ini cukup menjanjikan.

“Keuntungan usaha yang satu ini cukup lumayan. Di daerah Makassar yang berbatasan dengan Palu, itu hampir rata-rata ada walet. Kami pemerintah daerah pun mencoba untuk menggali potensi yang ada di sini. Kemarin,  kami sudah merancang Perda dalam rangka mengatur untuk sarang burung walet ini,” terang Iskandar sembari mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengagas seminar ini.

Narasumber, Yanto Turede saat memberikan materi sarang walet.

Seminar ini menghadirkan narasumber konsultan sarang burung walet Gorontalo, Yanto Turede. Ke depan, akan digelar lagi seminar yang serupa. (yadin/adv)