Marak Penipuan Via Whatsapp, Foto Kepsek Smantig Dicatut

Marak Penipuan Via Whatsapp, Foto Kepsek Smantig Dicatut

25/06/2019 16:24 0 By Maman

Bukti capture percakapan yang mencatut nama Kepsek SMA 3 Kota Gorontalo, meminta uang ke sejumlah orang. (foto:istimewa)

Hulondalo.id- Kepsek SMA 3 Kota Gorontalo Dr. Syaiful Kadir,M.Pd dibuat bingung juga geram Selasa (25/6/2019). Pasalnya, sebuah pesan via aplikasi Whatsapp beredar menggunakan foto dirinya, meminjam uang.

Kepada Hulondalo.id, Syaiful mengatakan bahwa, salah seorang temannya yang sempat dihubungi oleh orang yang mengaku Kepsek SMA 3 Kota Gorontalo ini menelpon. Dia kata Syaiful, bertanya apakah dirinya memang betul lagi butuh uang.

Tak cuma itu, teman lainnya juga menelpon, bahkan bertanya untuk keperluan apa uang hingga harus meminjam uang.

“Ada lagi lain yang telepon ke saya, kenapa ti pak betul pinjam uang ini,” kata Kepsek.

Bingung kata Syaiful, karena dia merasa tak pernah menghubungi orang lain, untuk meminjam uang. Usut punya usut, ternyata ada seseorang yang mengaku-ngaku baik itu sebagai Kepsek SMA 3 Kota Gorontalo, maupun dirinya.

“Saya langsung minta ke teman yang pernah dihubungi, untuk mengirimkan nomor dan capture percakapan,” ungkap Syaiful.

Salah satu bukti capture yang diperoleh Hulondalo.id dari Syaiful bisa dilihat dalam foto berita ini. Dalam capture percakapan aplikasi whatsapp tersebut, foto yang digunakan memang foto dari Kepsek SMA 3 Kota Gorontalo Dr. Syaiful Kadir, M.Pd.

Foto tersebut sepertinya meyakinkan orang yang menjadi calon korbannya. Bahkan saat mengawali percakapan, katakan saja kepsek palsu ini mengucap salam, ‘Assalamualaikum, bisa minta tolongkah’. Percakapan jika dilihat dari bukti capture, dimulai pukul 13.00 wita.

Tanpa basa basi, kepsek palsu langsung ke maksud dan tujuannya, pinjam uang dengan nilai Rp. 2 juta. Beruntung, mereka yang dihubungi, belum langsung percaya. Niat kepsek palsu ini juga, langsung dihadang olehnya.

Sejumlah teman yang diketahui sudah melakukan percakapan dengan kepsek palsu, langsung dihubungi oleh Syaiful. Sambil meminta maaf, Syaiful juga meminta, untuk tidak melayani permintaan kepsek palsu tersebut.

“Saya langsung ke Grapari Telkom juga, antisipasi sekaligus mencari tahu nomor itu terdaftar atas nama siapa,” ujar Syaiful.

Syaiful kembali meminta agar siapapun yang dihubungi oleh nomor yang menggunakan fotonya tersebut, untuk tidak melayani permintaan apapun. Syaiful berupaya menyampaikan informasi ini via whatsapp, baik itu grup maupun chat pribadi ke teman-temannya.

Momentum penerimaan siswa baru yang sementara berjalan sekarang, adalah kesempatan bagi kepsek-kepsek palsu meminta uang maupun dana dengan mencatut pejabat yang berkompeten, termasuk kepsek asli. (**)