Marten Isyaratkan Zona Aman di Kota Gorontalo Boleh Gelar Sholat Idul Adha Berjamaah, Ini Syaratnya

Marten Isyaratkan Zona Aman di Kota Gorontalo Boleh Gelar Sholat Idul Adha Berjamaah, Ini Syaratnya

22/07/2020 14:48 0 By Jeffry

Walikota Gorontalo

Walikota Gorontalo Marten Taha

Hulondalo.id – Masih tingginya penyebaran covid-19 di Provinsi Gorontalo dipastikan akan berpengaruh pada pelaksanaan sholat idul adha secara berjamaah.

Di Kota Gorontalo, pelaksanaan sholat idul adha sendiri masih akan menunggu hasil keputusan bersama dengan tim penanganan covid-19 di daerah berdasarkan surat edaran Menteri Agama RI No 18 tahun 2020.

“Syarat bagi daerah yang belum aman penularan covid 19 itu dikoordinasikan terlebih dulu antara pemerintah setempat dan gugus tugas daerah. Jadi intinya kita masih menunggu keputusan bersama itu,” kata Marten, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika nantinya dari hasil keputusan bersama itu diperbolehkan, dirinya memastikan akan tetap mengacu pada protap protokol kesehatan secara ketat.

“Juknisnya seperti apa, kementerian agama juga akan memberikan pedomannya ke tamirul masjid atau penyelenggara sholat ied dan penyembelihan hewan kurban” ujar marten.

Marten juga menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan wilayah mana saja yang diperbolehkan melaksanakan ibadah idul adha secara berjamaah.

Namun secara tersirat dirinya menyampaikan bahwa zona aman boleh melaksanakannya, asalkan dengan ketentuan dan syarat yang wajib dipenuhi, yakni protokol kesehatan yang ketat.

Dirinya juga menyebut akan melakukan penegakan aturan protokol kesehatan yang diberlakukan di semua fasilitas umum di Kota Gorontalo.

“Tidak hanya di tempat ibadah namun melingkupi semua segmen tempat perkumpulan orang, dengan melihat perkembangan penularan virus corona yang kembali masif,” tegas Marten.

“Hari ini kita telah memulainya di pasar tradisonal, dan aturan ini akan mencakup semua sektor layanan publik yang ada di Kota Gorontalo” imbuh Marten.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Gorontalo juga telah membahas hal tersebut dengan para camat, tokoh agama, pihak Kementerian Agama Kota Gorontalo dan sejumlah takmirul masjid.

Namun dalam rapat itu, masih sebatas skema pelaksanaan idul adha dan penyembelihan hewan kurban yang berdasarkan protap protokol kesehatan secara tertib.

“Terkait zona merah dan zona aman, datanya sudah kita kantongi. Kami juga telah meminta camat dan lurah segera memasukkan data lokasi yang diusulkan untuk pelaksanaan sholat Ied dan penyembelihan hewan, guna memudahkan melakukan pemantauan dan monitoring lapangan” kata Deddy Kadullah baru-baru ini.(Jeff/Adv).