Marten Siapkan Pembatasan Berskala Khusus di Wilayah Zona Merah Ini

Marten Siapkan Pembatasan Berskala Khusus di Wilayah Zona Merah Ini

14/07/2020 14:12 0 By Alex
Pembatasan Berskala Khusus

Suasana rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kota Gorontalo terkait penanganan Covid-19 di Kota Gorontalo, Senin (13/7/2020). (F. Nova/Humas).

Hulondalo.id – Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, Pemerintah Kota Gorontalo berencana akan memberlakukan pembatasan berskala khusus di wilayah-wilayah yang paling besar terpapar virus corona.

Walikota Gorontalo Marten Taha pun menyebut, ada 4 kecamatan di Kota Gorontalo yang paling besar terpapar Covid-19, masing-masing Kecamatan Kota Tengah, Kota Timur, Kota Utara dan Kecamatan Dumbo Raya.

“Di 4 kecamatan itu, kita fokus pada kelurahannya. Misalnya di Kecamatan Kota Tengah, yang paling banyak di Kelurahan Dulalowo dan Wumialo, itu nanti yang akan kita batasi,” kata Marten saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (13/7/2020).

Dikatakan Marten, terjadinya lonjakan kasus di Kota Gorontalo ini karena kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Masyarakat juga sering menolak untuk dilakukan rapid atau swab test karena ada stigma dan diskriminasi terhadap pasien yang dinyatakan positif.

“Aturan sudah lengkap, petugas diberikan, infrastruktur juga sudah dibangun, kita juga sudah melakukan monitoring dan evaluasi bahkan sanksi, tapi dukungan masyarakat masih kurang,” sebut Walikota Gorontalo Marten Taha.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba pun setuju dengan usulan pembatasan skala khusus tersebut. Namun demikian, perlu ada peningkatan protokol kesehatan di tempat-tempat orang berkerumun, seperti pasar, toko, supermarket, hotel dan yang lainnya.

“Pengawasan di pasar harus diperketat. Kita harus petakan setiap areal pasar itu berapa petugas yang akan menjaga. Kalau toko itu gampang dibuatkan surat pernyataan mengikuti protokol kesehatan, tapi untuk pasar, ini yang sulit. Kita perlu membagi tugas mulai dari unsur TNI-Polri, Satpol dan Perindag,” pinta Darda.

Darda juga meminta Pemerintah Kota Gorontalo mempertegas sanksi bagi yang melanggar atau tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Ini agar masyarakat bisa melihat bahwa kita, provinsi, kota maupun kabupaten, tidak main-main. Yang dikhawatirkan oleh pak gubernur jangan sampai ada gelombang kedua seperti yang terjadi di China dan Korea yang jumlahnya lebih besar,” tegasnya.(adv/alex)