Masa Pandemi, Mahasiswa UNG Bantu Penjual di Kantin Sekolah dengan Produk Masker ABC

Masa Pandemi, Mahasiswa UNG Bantu Penjual di Kantin Sekolah dengan Produk Masker ABC

18/07/2021 21:28 0 By Maman

PKM-PM UNG Masker ABC

Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) saat memberikan pelatihan pembuatan masker inovatif pada masyarakat.

Hulondalo.id – Sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19, ikut berdampak pada para penjual di kantin sekolah. Beruntung, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bisa memberikan solusi kepada para penjual yang didominasi kaum ibu ini, meski tak lagi berjualan di kantin sekolah.

Umar Kasim bersama rekan kelompoknya mendapatkan ide brilian melalui, Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) berupa, membuat masker Inovatif.

“Tujuan dibuat pelatihan pembuatan masker inovatif ini untuk memberdayakan ibu-ibu yang dulunya berprofesi sebagai penjual di kantin sekolah di Desa Ayula Tilango, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango, pandemi mengharuskan sekolah ditutup, dampaknya para ibu-ibu ini tidak bisa berjualan,” ungkap Umar kepada Hulondalo.id, Minggu (18/7/2021).

“Nah, melalui pelatihan pembuatan masker inovatif ABC ini, diharapkan mereka menjadi produktif lagi dan tetap berpenghasilan dimasa pandemi Covid-19 melanda Provinsi Gorontalo,” sambungnya.

Keunggulan programnya kata Umar, ada pada masker ABC itu sendiri. Tiga huruf itu juga kata dia punya arti masing-masing, A artinya Aroma Terapi, yang membuat pengguna masker merasa nyaman dan Rileks, kemudian B itu artinya Bermotif Karawo.

“Selain fungsinya membuat pengguna masker merasa nyaman dan rileks, kami mencoba memperkenalkan kerajinan khas Gorontalo yakni kerajinan Karawo, dan C itu artinya Cool atau sejuk dipakai,” ujar Umar.

Dalam pembuatan masker ini kata Umar, menggunakan kain ‘Toyobo’ yang bisa menyerap keringat, dan dikenal sebagai kain yang sangat halus, serta bila dipakai.

“Alhamdulillah PKM-PM dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset teknologi sebesar Rp 7 juta dalam jangka waktu 4 bulan, dari bulan Juni-September,” terangnya.

Lebih lanjut kata Umar, saat ini baru pada tahap pelatihan berupa pemberian materi tentang alat dan bahan apa saja yang akan digunakan. Kemudian kata dia, akan diajari membuat pola, dan terakhir kemudian pelatihan pembuatan pada ibu-ibu.

“Setelah itu kami ajari bagaimana membuat atau meramu aroma terapi, dan terakhir kami ajari bagaimana sistem pemasaran dalam memasarkan masker ABC tersebut,” tandasnya.

Berikut kelompok PKM-PM yang membuat masker Inovatif ABC dibawah bimbingan Dosen Pembimbing, Jafar Lantowa, S.Pd., M.A :

  1. Umar Kasim: Bahasa dan Sastra Indonesia, semester 7.
  2. Mohammad Yasin: Teknik Kriya, semester 3.
  3. Zulkarnain Marhaba: Farmasi semester 9.
  4. Yusrilsyah Limbanadi: Pendidikan Bahasa Inggris, semester 5.
  5. Riman Kasim: Pendidikan Bahasa Inggris, semester 5.

(Inkri/Adv)