Masih Berani Kampanye di Media Sosial? Ini Sanksinya

Masih Berani Kampanye di Media Sosial? Ini Sanksinya

15/04/2019 12:00 0 By Alex

Ilustrasi kampanye via media sosial (istimewa)

Hulondalo.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan terus memantau aktivitas di media sosial yang berbau kampanye pada masa tenang ini.

Jika masih ada akun media sosial yang berani berkampanye, bisa dijerat dengan pidana dan denda.

Sebelumnya, sesuai dengan pasal 278 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, mengikat peserta pemilu dan tim kampanyenya. Sementara dalam pasal 278 ayat (5) mengikat media massa baik konvensional maupun online termasuk media sosial.

Jika ada yang melanggar ketentuan tersebut, maka akan dijerat dengan saksi sesuai pasal 523 ayat (2) dengan maksimal 4 Tahun penjara dan denda maksimal Rp 48 Juta.

Selain itu, bagi mereka yang melakukan kampanye terselubung di masa tenang dengan mengutip hasil survei, dapat dijerat dengan pasal 449 ayat (2) dengan maksimal 1 Tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 Juta.

“Prinsipnya, di masa tenang tak diperbolehkan ada kampanye dalam bentuk dan metode apapun,” tegas anggota KPU Wahyu Setiawan seperti dikutip dari sindonews.com.(hl/60k)