Masih Covid-19, Kota Gorontalo Mulai Pembatasan Skala Mikro

Masih Covid-19, Kota Gorontalo Mulai Pembatasan Skala Mikro

31/05/2021 18:45 0 By Syakir

Hulondalo.id – Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan, besok Pemerintah siap melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatam Masyarakat (PPKM) skala mikro di di wilayah hukum Kota Gorontalo. Ini sesuai instruksi ketua satgas Covid-19 pusat yakni Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia.

“Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro, Provinsi Gorontalo akan diberlakukan mulai 1-14 Juni 2021. Kita fokuskan mulai dari tingkat RT dan RW di Kota Gorontalo,” ungkapnya, Senin (31/5/2021).

Marten Taha menjelaskan, kami sudah melakukan berbagai macam persiapan antara lain kelurahan-kelurahan di Kota Gorontalo kita sudah bentuk posko kelurahan tangguh yang sudah terbentuk diseluruh Kelurahan pusat pengelolaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro.

“Nah, PPKM ini yang akan dibatasi yakni perkantoran, di sektor jasa berupa rumah makan hanya berkapasitas 50% dan beroperasi sampai pukul 21.00 WITA, pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat, sekolah masih daring, dan aktivitas masyarakat baik sosial, budaya,” jelas Marten.

Dijelaskan Marten, yang bisa dilakukan selama penerapan PPKM ini adalah hanya di bidang kesehatan, telekomunikasi, energi dan listrik, bidang keuangan perbankan, serta sektor pelayanan publik.

“Hari ini saya melakukan kontrol di kelurahan-kelurahan terutama yang memiliki kasus covid-19. Makanya, saya sudag berikan petunjuk dan arahan pada camat dan lurah yang tentunya dibackup oleh Babinsa dan babinkamtibmas, agar proses penerapan PPKM ini efektif,” ujar Walikota 2 periode ini.

Politisi Golkar Kota Gorontalo ini menambahkan, kami sudah menyiapkan juga baik manajemen, anggaran di tiap-tiap kelurahan dalam kebutuhan logistiknya, insentif petugas dan berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh satgas covid-19.

“50 kelurahan ini masing-masing mendapatkan 100jt rupiah dalam pemberlakuan PPKM skala mikro, dan jumlah keseluruhan adalah 5 Miliar,” kata Marten.

“Saya berharap, kasus ini tidak menambah khususnya di wilayah hukum Kota Gorontalo,” harap Marten. (Inkri/Adv)